Berita

ADB prediksi ekonomi Asia hanya tumbuh 5.2 persen/Net

Dunia

Perang Ukraina Hambat Pertumbuhan Ekonomi Asia, Tahun 2022 Hanya Tumbuh 5,2 persen

RABU, 06 APRIL 2022 | 18:43 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Pertumbuhan ekonomi pada negara berkembang di Asia kemungkinan akan lebih lambat tahun ini dari yang diperkirakan sebelumnya.

Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan pada Rabu (6/4), perang di Ukraina diperkirakan akan menggagalkan pemulihan ekonomi di kawasan yang masih belum pulih dari pandemi Covid-19.

ADB mengatakan, ekonomi gabungan blok Asia, yang meliputi China dan India, diproyeksikan tumbuh 5,2 persen tahun ini, turun sedikit dari perkiraan 5,3 persen pada Desember, dan jauh lebih rendah dari pertumbuhan 6,9 persen pada tahun sebelumnya.


Untuk tahun 2023, Asia diperkirakan akan tumbuh 5,3 persen.

"Invasi Rusia ke Ukraina telah sangat mengganggu prospek untuk mengembangkan Asia yang masih bersaing dengan Covid-19," kata ADB dalam laporan Asian Development Outlook, dikutip dari Reuters.

ADB kemudian mengatakan, faktor-faktor lain juga dapat mengaburkan prospek pertumbuhan kawasan, termasuk kenaikan harga komoditas yang sedang berlangsung, peningkatan risiko stabilitas keuangan yang mungkin berasal dari kenaikan suku bunga agresif di Amerika Serikat, dan munculnya varian Covid-19 XE yang lebih mematikan.

Menurut laporan tersebut, ekonomi China mungkin akan tumbuh 5,0 persen tahun ini, lebih lambat dari proyeksi Desember, dan jauh lebih lemah dari ekspansi 8,1 persen pada 2021. Hal itu disebabkan karena wabah Covid-19 mengganggu kegiatan ekonomi dan menurunkan tingkat belanja konsumen.

Dengan pengecualian di Asia Selatan, semua sub-kawasan diperkirakan memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari perkiraan tahun ini.

ADB sekarang melihat Asia Timur dan Asia Tenggara masing-masing tumbuh 4,7 persen dan 4,9 persen, yang seharusnya 5,0 persen dan 5,1 persen.

Dengan kenaikan harga komoditas yang lebih tajam dari perkiraan, ADB menaikkan perkiraan rata-rata inflasi untuk kawasan Asia menjadi 3,7 persen pada tahun 2022 dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,7 persen.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya