Berita

Wakil Ketua Komisi II DPR, Luqman Hakim/RMOL

Politik

Jokowi Minta Menteri Setop Bicara Tunda Pemilu, PKB: Hentikan Mobilisasi Dukungan Amandemen UUD 1945!

RABU, 06 APRIL 2022 | 16:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada jajaran kabinetnya agar tidak ada lagi yang bicara mengenai urusan penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden disambut baik sejumlah politisi Senayan.

Sekretaris Gerakan Sosial dan Penanggulangan Bencana DPP PKB, Luqman Hakim menilai, Jokowi layak mendapatkan apresiasi. Menurutnya, ketegasan mantan Walikota Solo itu sudah dinanti-nanti oleh rakyat.

"Oleh karena itu, saya tentu berharap perintah Presiden Jokowi itu dipatuhi oleh seluruh anggota-anggota kabinet," kata Luqman Hakim.


Tidak hanya itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RO mengatakan, semestinya tidak ada lagi anggota kabinet yang bicara penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode. Dalam arti luas, kata dia, perintah Jokowi itu bukan berarti hanya melarang bicara.

"Tetapi juga bermakna harus dihentikannya manuver-manuver dan mobilisasi dukungan dari elemen-elemen masyarakat. Guna mendukung penundaan Pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden 2027 dan presiden 3 periode dengan mengupayakan cipta kondisi untuk amandemen UUD 1945," tegas Ketua PP GP Ansor ini.

Menurut Luqman Hakim, sikap Jokowi itu sudah benar, seluruh energi negara ini sudah seharusnya difokuskan untuk mengatasi berbagai masalah yang menjerat dan membuat rakyat menderita. Mulai kenaikan harga bahan bakar dan bahan minyak (BBM) hingga pasokan pangan.

"Hidup rakyat makin sulit. Sangat tidak etis jika elit-elit malah sibuk bermanuver untuk melanggengkan kekuasaannya!" tegasnya.

"Semoga perintah Presiden Jokowi itu menjadi batu nisan dari kuburan wacana penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden," demikian Luqman Hakim.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya