Berita

Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU TPKS, Willy Aditya/RMOL

Politik

Rapat Pleno Ditunda, Baleg DPR Targetkan Pengesahan RUU TPKS di Paripurna

SELASA, 05 APRIL 2022 | 12:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menjadwalkan rapat pleno untuk mengambil keputusan tingkat pertama terhadap Rancangan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) pada Rabu besok (5/4).

Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU TPKS, Willy Aditya mengatakan, pleno RUU TPKS sejatinya akan dilangsungkan hari ini. Namun tim perumus (Timus) dan tim sinkronisasi RUU TPKS masih melangsungkan rapat.

"Kalau pleno hari ini, takutnya barangnya (RUU TPKS) belum jadi. Kan dia harus mengundang menteri keputusan tingkat I dan kita usahakan besok siang jam 13.00,” kata Willy kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/4).


Politkus Partai Nasdem ini menuturkan bahwa hari ini terus menyelesaikan harmonisasi dan sinkronisasi terhadap 90 poin yang ada. Sebab, hingga sekarang baru selesai separuhnya.

“Kami targetkan selesai hari ini karena ada 90 poin yang diharmonisasi, yang disinkronisasi sejauh ini sudah selesai separuh sudah sampai,” urai Willy.

Meskipun rapat pleno mundur sehari, Willy menargetkan RUU TPKS akan masuk pada rapat paripurna penutupan masa sidang.

Bahkan, Willy sudah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR agar RUU TPKS bisa di bawa ke rapat paripurna sebelum masa reses.

“Kita targetkan rapurnya masuk  sebelum penutupun 14 (April 2022). Saya sudah bersurat ke pimpinan dan kita tunggu bamus terdekat," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya