Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Ketum ProDEM: Rakyat Sedang Hidup Susah, Tidak Mungkin Ingin Jabatan Presiden Diperpanjang

SENIN, 04 APRIL 2022 | 07:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden merupakan hal yang tidak mungkin didukung oleh rakyat Indonesia saat ini. Sebab, wacana itu bergulir di saat rakyat sedang menderita akibat tidak adanya proteksi dari pemerintah.

Upaya perpanjangan masa jabatan presiden, kata Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule, hanya dilemparkan oleh sekelompok elite politik. Salah satu yang diduga menjadi masternya adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Dugaan ini muncul lantaran Menko Luhut sempat frontal mengklaim ada big data 110 juta pengguna media sosial yang memiliki kecenderungan mendukung wacana penundaan pemilu.


Selain itu, teranyar Menko Luhut turut hadir saat wacana ini berkumandang di Lebak, Banten. Bahkan pihak yang mengklaim diri sebagai Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) dan mengumumkan akan mendukung Joko Widodo 3 periode juga masih memiliki keterkaitan dengan Luhut.

“Upaya-upaya perpanjang masa jabatan presiden terus dilakukan Pak Luhut,” tegas Iwan Sumule kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (4/4).

Menurutnya, rakyat tidak mungkin mendukung perpanjangan masa jabatan presiden. Sebab, hidup rakyat saat ini semakin susah. Potensi dukungan itu hanya akan muncul jika rakyat merasa sejahtera di tangan Jokowi.

Faktanya, kini kondisi ekonomi memprihatinkan. Kebutuhan pokok seperti minyak goreng saja tidak mampu dikendalikan pemerintah, hingga akhirnya mencekik rakyat karena harganya yang melambung hampir 3 kali lipat.

“Rakyat mungkin akan dukung perpanjangan, jika saja hidup rakyat makin baik, tak susah. Tapi minyak goreng langka dan mahal, BBM dan harga-harga kebutuhan pokok naik naik, sementara rakyat tak punya daya beli,” tuturnya.

Yang ada, sambung Iwan Sumule, dukungan untuk Jokowi memperpanjang masa jabatan hanya muncul dari kelompok-kelompok yang dikondisikan.

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) membuktikan bahwa 79,8 persen responden menginginkan agar Pemilu 2024 tetap dilaksanakan.

Selain itu, terungkap juga bahwa Apdesi yang akan mendeklarasikan diri Jokowi 3 periode ternyata mendapat gugatan dari Apdesi yang katanya resmi berbadan hukum.

“Apdesi saja tidak sah. Jadi apa betul itu keinginan rakyat? Rakyat sedang hidup susah, tidak mungkin ingin jabatan presiden diperpanjang,” tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya