Berita

Pakar komunikasi dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing/Net

Politik

Beban Politik Rezim, Emrus Sihombing Desak Jokowi Pecat Menteri Ngotot Wacanakan Pemilu Ditunda

MINGGU, 03 APRIL 2022 | 22:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Desakan sejumlah kalangan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo agar memecat anak buahnya yang menggaungkan wacana perpanjangan masa jabatan dan atau penundaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 terus bermunculan.

Salah satu pihak yang menyuarakan ide pemecatan menteri itu adalah pakar komunikasi dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing.

Ia mengatakan menteri yang seolah-olah punya agenda politik ketika masih menjabat sebagai pembantu presiden perlu dipertimbangkan untuk dicopot dari jabatannya.


"Jika ada menteri, diminta atau tidak, tetapi seolah ngotot wacanakan tunda Pemilu atau perpanjang jabatan rezim, sekalipun gunakan bahasa tersirat, bisa "dimanfaatkan" olehnya untuk politik praktis baginya dan kelompoknya," tegas Emrus lewat akun media sosialnya, Minggu (3/4).

"Usul, menteri tersebut di-reshuffle karena telah jadi beban politik rezim," imbuhnya.

Menurutnya, terdapat dua cuaca publik yang akan memantik amarah masyarakat yakni penundaan Pemilu dan jabatan tiga periode jika mengabaikan keberhasilan kinerja pada pemerintaahan Jokowi.

"Tanpa abaikan keberhasilan rezim, ada dua "cuaca" publik buat rezim berpotensi tidak soft landing, yaitu tunda Pemilu dan jabatan tiga periode," ujarnya.

Untuk menjaga marwah pemerintahan Jokowi dan berhasil memberikan gol terakhir yang sempurna, Emrus meminta Jokowi menolak wacana penundaan Pemilu dan penambahan masa jabatan presiden.

"Pusat rezim sebaiknya tegas menyatakan tolak dua wacana tersebut dan minta menteri menghentikan wacana atau di-reshuffle," tutupnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya