Berita

Kepala Pertahanan Jerman, Eberhard Zorn/Net

Dunia

Minati Antirudal Israel, Jerman Siapkan Produk AS sebagai Cadangan

SABTU, 02 APRIL 2022 | 23:58 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Jerman masih sedang mempertimbangkan untuk membeli sistem pertahanan udara dari Israel untuk menangkal rudal Iskander milik Rusia. Jerman juga melirik sistem antirudal Amerika Serikat, sebagai opsi kedua.

Kepala Pertahanan Jerman, Eberhard Zorn mengatakan kepada Welt am Sonntag, Sabtu (2/4), bahwa pihaknya ingin memiliki “Perisai Rudal” yang dapat menangkal ancaman rudal Iskander yang dapat mencakup hampir seluruh wilayah Eropa barat.

“Israel dan Amerika memiliki sistem seperti itu. Mana yang kita pilih? Akankah kita berhasil membangun sistem (pertahanan rudal) secara keseluruhan di NATO? Ini adalah pertanyaan yang perlu kita jawab sekarang,” ujar Zorn.


Ia tidak merinci nama dari sistem persenjataan yang akan dibeli, tetapi kemungkinan besar mengacu pada sistem antirudal Arrow 3 yang dibangun oleh Israel Aerospace Industries (IAI) dan sistem antirudal THAAD yang diproduksi oleh Raytheon AS.

Iskander adalah sebuah sistem rudal balistik yang dapat bergerak. Iskander menggantikan rudal Scud Soviet, di mana dua peluru kendalinya dapat membawa hulu ledak konvensional atau hulu nuklir.

Sebelumnya dalam diskusi pada 27 Maret, Kanselir Jerman, Olaf Scholz mengatakan, Berlin akan menaikkan pengeluaran pertahanannya menjadi lebih dari 2 persen dari output ekonominya. Menyuntikkan 100 miliar euro ke dana militer.

Zorn termasuk dalam kelompok pejabat tinggi Jerman yang berkonsultasi dengan Scholz tentang cara membelanjakan dana tersebut.

“Sejauh ini, hanya satu hal yang jelas, kami tidak punya waktu atau uang untuk mengembangkan sistem (pertahanan rudal) ini sendiri,” cakap Zorn terkait dana militer itu, Sabtu (2/4).

Mengacu pada kurangnya pertahanan rudal jarak pendek Jerman, yang dapat digunakan untuk melindungi pasukan saat bergerak atau di bawah ancaman saat dikerahkan, Zorn mengatakan Berlin mulai sekarang harus membuat keputusan untuk serius membeli sistem antirudal.

Di luar ini, Zorn mengisyaratkan Bundeswehr (Angkatan Darat Jerman) harus menginvestasikan setidaknya 20 miliar euro pada tahun 2032 untuk mengisi kembali inventori amunisi perangnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya