Berita

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani/Net

Politik

Sambut Ramadhan dengan Sabar, Sekjen Gerindra: Kita Menghadapi Kenyataan Harga Sembako Naik

JUMAT, 01 APRIL 2022 | 15:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sejumlah barang-barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang masuknya Bulan Ramadhan. Setelah minyak goreng, terbaru adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax naik ke angka Rp 12.500 per liter dari sebelumnya Rp 9.000.

Soal kenaikan harga kebutuhan pokok, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, masyarakat diharapkan bersabar dalam menghadapi persoalan kenaikan harga-harga bahan pokok ini. Kesabaran ini, untuk menjaga semangat dan keimanan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

"Ketika kita ingin memasuki bulan ramadhan, masyarakat begitu bergembira. Apalagi, pandemi sudah menurun drastis. Sehingga, berbagai macam penyambutan dilakukan menghadapi bulan yang penuh berkah ini. Otomatis konsumsi masyarakat meningkat," ujar Muzani dalam keterangannya, Jumat (1/4).


"Namun, kita menghadapi kenyataan bahwa harga-harga sembako naik. Minyak goreng, daging, beras, cabai, gula, terigu, kedelai, sampai bensin dan PPN juga naik," imbuhnya.

Menurutnya, kenaikan harga-harga ini di satu sisi sebagai tanda atau dampak dari bangkitnya geliat ekonomi Indonesia pasca pandemi. Tapi di sisi lain, ini juga dampak dari adanya perang antara Rusia-Ukraina.

Diakui Muzani, beban pengeluaran dari kenaikan itu tentu saja berat dan ini dapat mengganggu kekhusuan dalam menjalankan ibadah puasa, karena ekonomi belum sepenuhnya pulih.

"Tapi kami percaya kesabaran kita dalam menghadapi persoalan ini, termasuk ekonomi, tidak akan mengganggu kita dalam menjalankan ibadah puasa," tuturnya. 

Meski begitu, Wakil Ketua MPR RI ini tetap berharap, pemerintah bisa memberikan intervensi terhadap kenaikan-kenaikan harga bahan pokok. Misalnya dengan melakukan operasi pasar. Termasuk juga, sektor pasar juga harus dipenuhi produk-produk yang dihasilkan dari para petani lokal.

Kata dia, sumber-sumber makanan yang dihasilkan para petani mulai dari beras, sayur mayur, buah harus bisa menjadi keberkahan bagi makanan kita sehari-hari.

"Caranya dengan tidak mamasukan bahan atau barang impor ke pasar. Sehingga itu menjadi keberkahan bagi kita semua, termasuk peningkatan kesejahteraan para petani," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya