Berita

Presiden Rusia, Vladimir Putin/Net

Dunia

Vladimir Putin: Mulai 1 April, Impor Gas bagi Negara "Tak Bersahabat" Wajib Pakai Rubel

KAMIS, 31 MARET 2022 | 22:53 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menandatangani dekrit yang menyatakan importir gas Rusia dari daftar negara “tidak bersahabat” harus membayar dengan valuta Rusia, yakni rubel mulai 1 April ini.

Putin menjelaskan kontrak akan dihentikan jika pembayaran ini tidak dilakukan.

"Untuk membeli gas alam Rusia, mereka harus membuka rekening rubel di Bank Rusia. Dari rekening inilah pembayaran akan dilakukan untuk pengiriman gas mulai besok," ujar Putin dalam sambutan yang disiarkan pada saluran televisi Rusia, Kamis (31/3).


"Jika pembayaran tersebut tidak dilakukan, kami akan menganggap ini sebagai default dari pihak pembeli, dengan semua konsekuensi berikutnya, yakni kontrak yang ada akan dihentikan," tambahnya, dikutip dari Reuters.

Rusia memasok sekitar sepertiga dari kebutuhan gas Eropa, bisa dikatakan ini adalah alat terkuat yang dimiliki Putin saat dia mencoba untuk membalas sanksi Barat atas invasinya ke Ukraina.

Dekrit yang ditandatangani oleh Putin itu, menetapkan mekanisme bagi pembeli untuk mentransfer mata uang asing ke rekening khusus di Bank Rusia, yang kemudian akan mengirim rubel kembali ke pembeli asing untuk melakukan pembayaran gas.

Dia mengatakan peralihan itu dimaksudkan untuk memperkuat kedaulatan Rusia, dan itu akan berlaku pada semua kontrak yang ada.

Keputusannya untuk memberlakukan pembayaran rubel untuk gas telah mendorong mata uang Rusia, yang jatuh ke posisi terendah setelah invasi 24 Februari di Ukraina, kembali pulih.

Perusahaan dan pemerintah Barat telah menolak langkah tersebut sebagai pelanggaran kontrak yang ada, yang sebelumnya ditetapkan dalam euro atau dolar AS.

Menteri ekonomi Prancis mengatakan Prancis dan Jerman sedang mempersiapkan skenario terburuk di saat aliran gas Rusia terhentikan. Bagi mereka, kebijakan itu akan menjerumuskan Eropa ke dalam krisis energi besar-besaran.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya