Berita

Pengusaha Rusia sekaligus pemilik tim sepakbola Chelsea, Roman Abramovich/Net

Dunia

Presiden Erdogan Konfirmasi Kehadiran Roman Abramovich sebagai Delegasi Rusia di Istanbul

KAMIS, 31 MARET 2022 | 22:01 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Pengusaha Rusia sekaligus pemilik tim sepakbola Chelsea, Roman Abramovich, yang diberi sanksi oleh negara-negara Eropa atas invasi Rusia ke Ukraina dan dikabarkan sekarat oleh racun sejak menghadiri pertemuan di Kyiv, dikonfirmasi hadir sebagai delegasi Rusia pada negosiasi damai di Istanbul.

Presiden Turki, Reccep Tayyip Erdogan mengonfirmasi kehadirannya dan mengatakan dia adalah tim delegasi Rusia di pertemuan itu.

Tampilnya Abramovich pada pembicaraan hari Selasa di Istanbul itu membawa kejutan bagi dunia.


Kejutan itu datang dari kabarnya bahwa dia “diracun”’ pada perbincangan damai 3 Maret di Ukraina, oleh coklat yang dicampur dengan racun Chloropicrin, dan dinyatakan sekarat sejak itu.  

Ternyata pada pertemuan Istanbul, Abramovich terlihat duduk santai di antara pengamat sambal menggunakan headphone.

"Abramovich berpartisipasi dalam negosiasi sebagai bagian dari delegasi Rusia. Daripada melihat siapa yang ada di meja, kita harus melihat atas nama siapa mereka ada di sana," ujar Erdogan kepada wartawan, dikutip dari Reuters, Kamis (31/3).

"Jika Rusia dan Presiden Rusia, Vladimir Putin sering menempatkan Abramovich dalam delegasi mereka, itu berarti mereka percaya dan percaya padanya," tambahnya.

Hingga kini, Abramovich telah berusaha untuk mendorong negosiasi antar kedua pihak, dan melakukan perjalanan ke Ukraina, Rusia, Turki dan Israel pada bulan Maret.

Juga dikatakan, dua superyacht-nya sedang berlabuh di resor-resor Turki.

Kehadirannya membingungkan setidaknya satu diplomat Ukraina di pertemuan itu, dan Abramovich tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan yang dilaporkan awal bulan ini.

Sementara Moskow mengatakan dia tidak bernegosiasi secara formal melainkan di sana sebagai perantara dan mendapat persetujuan dari pihak Ukraina.

Juru bicara Abramovich tidak menanggapi permintaan komentar apakah dia benar-benar diracuni apa tidak.

The Wall Street Journal dan outlet investigasi Bellingcat, mengutip orang-orang yang mengetahui kejadian disaat Abramovich diracuni, mereka mengatakan Abramovich dan negosiator Ukraina menderita gejala keracunan setelah pertemuan di Kyiv pada 3 Maret.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya