Berita

Deklarasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (SP Parekraf) di Kota Mataman, Nusa Tenggara Barat/Ist

Politik

Dikukuhkan Menjadi Ketua SP Parekraf, Jumhur Hidayat: Masa Depan Pendapatan Indonesia adalah Pariwisata

KAMIS, 31 MARET 2022 | 20:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (SP Parekraf) mendeklarasikan diri di Kota Mataman, Nusa Tenggara Barat, Rabu (30/1). Deklarasi SP Parekraf juga disertai pernyataan bergabung dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Deklarasi SP Parekraf yang dimotori Pimpinan Daerah (PD) Serikat Pekerja Pariwisata KSPSI ini, dalam rangka menyambut berkembangnya wisatawan ke Indonesia. Utamanya, untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

"Ada sebanyak 14 PD SP PAR dari 17 PD PAR yang bergabung, di antaranya dari Bali, NTB, Jakarta, Yogyakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan," kata Djoko Susilo, salah satu deklarator yang sebelumnya Pimpinan SP PAR KSPSI.


Sementara itu, salah satu kokoh senior Serikat Pekerja Pariwisata Theo Tulung mengatakan, rencana pendeklarasian ini bagian dari keinginan agar pekerja pariwisata ambil bagian dalam pengembangan pariwisata Indonesia.

"Kami rapat berkali-kali antar pengurus daerah dan akhirnya menemukan nama yang sama dengan kementeriannya Pak Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno) yaitu 'Parekraf'. Dengan nama baru ini maka jangkauan untuk pekerja bisa lebih luas lagi," jelas Theo Tulung.

Adapun deklarasi mengukuhkan Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Ketua SP Parekraf. Serta turut dihadiri Gubernur NTB Zulkiflimansyah.

"Masa depan pendapatan untuk Indonesia adalah dari pariwisata dan ini adalah gifted atau pemberian dari Yang Maha Kuasa. Keterlaluan kalau kita tidak menyambut ini dengan mempersiapkan diri dengan baik," demikian Jumhur dalam sambutannya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya