Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Taliban Instruksikan PNS-nya Wajib Berjenggot dan Berpakaian Islami, Jika Melanggar Dipecat

SELASA, 29 MARET 2022 | 02:42 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Taliban Afghanistan telah menginstruksikan seluruh PNS-nya untuk memiliki jenggot dan mematuhi aturan berpakaian islami atau diancam pecat.

Kabar ini datang dari tiga sumber anonim dari Afghanistan, kepada Reuters pada Senin (28/3).

Ini adalah manuver terbaru Taliban dalam beberapa pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah garis keras Islam itu di Afghanistan.


Sumber anonim itu mengatakan, perwakilan dari Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan berpatroli di pintu masuk kantor pemerintah pada Senin untuk memeriksa apakah karyawan mematuhi aturan baru.

Karyawan diinstruksikan untuk tidak mencukur jenggot dan mengenakan pakaian lokal yang terdiri dari atasan dan celana panjang yang longgar, serta topi atau sorban. Mereka juga dipastikan untuk shalat pada waktu yang tepat.

Kemudian para pekerja diberitahu bahwa mulai saat ini, mereka tidak dapat memasuki kantor dan dipecat jika mereka tidak memenuhi aturan ‘jenggot dan pakaian’ itu.

Hingga kini, pemerintahan Taliban belum memberikan jawaban terkait peraturan tersebut ketika diminta Reuters.

Pekan lalu, Taliban melarang kaum perempuan untuk melakukan penerbangan tanpa didampingi oleh kaum pria. Mereka juga gagal mentaati janji untuk membuka sekolah perempuan seperti yang dijanjikan.

Pada Minggu, Taliban juga memerintahkan taman rekreasi untuk dipisahkan berdasarkan jenis kelamin, dengan wanita diizinkan masuk tiga hari seminggu, dan pria empat hari lainnya, termasuk akhir pekan.

Ini juga termasuk untuk pasangan yang sudah menikah dan keluarganya, mereka tidak dapat berkunjung bersama.

Pemerintahan Taliban telah menuai kritik di dalam negeri dan dari pemerintah Barat karena memaksakan interpretasi garis kerasnya terhadap hukum Islam ke semua warga Afghanistan.

Taliban dengan harapan untuk diakui pemerintahannya dengan resmi, mengatakan mereka akan menghormati hak setiap orang sesuai dengan hukum Islam dan budaya Afghanistan.

Mereka juga mengatakan bahwa Taliban kini berbeda dengan Taliban pemerintahan 1996-2001, ketika mereka melarang perempuan meninggalkan rumah tanpa kerabat laki-laki dan memaksa laki-laki untuk menumbuhkan janggut.

Ternyata, ini semua berlaku kembali.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya