Berita

Elektabilitas figur calon presiden dalam survei Indonesia Polling Stations (IPS)/Net

Politik

Indonesia Polling: Prabowo Subianto di Atas Angin, Puan Maharani Jurukunci

SENIN, 28 MARET 2022 | 15:46 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menjadi idaman masyarakat untuk berlaga di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Lembaga survei Indonesia Polling Stations (IPS) dalam survei terbarunya mencatat, Prabowo Subianto unggul 27,4 persen. Dia disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 18,9 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 15,9 persen.

"Publik kelihatannya semakin mantap menjatuhkan pilihannya kepada Ketua Umum Partai Gerindra tersebut untuk memimpin Indonesia periode 2024-2029," ujar peneliti IPS Alfin Sugianto dalam paparan survei secara virtual, Senin (28/3).


Di bawah tiga nama itu, kata Alfin, ada Menteri Parekraf Sandiaga Uno dengan elektabilitas 7,2 persen; Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (6,2 persen), Komisaris Utama Pertamina Basuki T. Purnama (4,1 persen), mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (3 persen).

Selanjutnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (2,8 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (2,5 persen), Kepala KSP Moeldoko (1,9 persen), Menko Polhukam Mahfud MD (1,2 persen), mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (1,1 persen).

Dengan elektabilitas di bawah satu persen ada Ketua DPD RI La Nyala Mattalitti, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang masing-masing elektabilitasnya 0,9 persen dan Ketua DPR RI Puan Maharani di angka 0,6 persen.

"Sementara masih ada pemilih yang belum menentukan pilihan atau undecided voters 4,5 persen," pungkas Alfin.

Survei ini dilakukan pada 8-18 Maret 2022 dengan melibatkan responden sebanyak 1.220 orang di 34 provinsi. Toleransi kesalahan yang dipakai sebesar 2,8 persen.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya