Berita

Pasukan militan Donbass/Net

Dunia

Kremlin: Fase Pertama Operasi Militer Kami Hampir Selesai

SABTU, 26 MARET 2022 | 20:11 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Rusia yang sedang melaksanakan operasi militer di Ukraina mengatakan bahwa fase pertama operasi sebagian besar sudah selesai dan akan selanjutnya fokus untuk membebaskan wilayah Donbass di Ukraina Timur.

Pengumuman Kremlin pada Jumat (25/3), itu tampaknya menunjukkan bahwa Rusia beralih ke tujuan yang lebih spesifik setelah mengalami perlawanan sengit dari Ukraina di bulan pertama perang.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, separatis yang didukung Rusia sekarang menguasai 93 persen wilayah Luhansk dan 54 persen wilayah Donetsk, dua wilayah yang bersama-sama membentuk Donbass.


“Tujuan utama dari operasi tahap pertama secara umum telah tercapai,” ujar Sergei Rudskoi, Kepala Direktorat Operasi Utama Staf Umum Rusia, seperti dikutip Reuters.

"Potensi tempur Angkatan Bersenjata Ukraina kini hampir tak ada, ini memungkinkan kami untuk memfokuskan upaya inti operasi kami untuk mencapai tujuan utama, yakni pembebasan Donbass," jelas Rudskoi.

Militer Rusia mengatakan, bahwa mereka tidak mengesampingkan penyerbuan kota-kota Ukraina yang telah mereka blokade.

Militer juga mengatakan, mereka akan segera merespon setiap upaya yang berusaha menutup wilayah udara di atas Ukraina, dimana sebelumnya Ukraina meminta NATO untuk menjaga wilayah udaranya.

Selain itu, Staf Umum Rusia mengatakan operasi militernya di Ukraina akan berlanjut sampai pasukan Rusia menyelesaikan tugas yang telah ditetapkan, tanpa mengatakan apa tujuan dari ‘tugas’ itu.

Militer Rusia telah mempertimbangkan dua opsi untuk operasinya di Ukraina, satu terbatas di Donbass dan yang lainnya di seluruh wilayah Ukraina.

Rudskoi mengatakan opsi kedua itu mungkin dilakukan setelah Donbass dibebaskan.

Menurut laporan Rusia, selama invasi berjalan, 1.351 tentara Rusia tewas dan 3.825 terluka. Militer Rusia belum memberikan angka resmi korban sejak 2 Maret, dimana saat itu mereka mengatakan 498 tentara tewas.

Di lain sisi, Militer Ukraina mengatakan sekitar 15.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya