Berita

Presiden Joko Widodo menuangkan air dari Jakarta saat melakukan ritual kendi Nusantara/Net

Publika

Jurus Mabuk Pembiayaan IKN

RABU, 23 MARET 2022 | 19:15 WIB | OLEH: ACHMAD NUR HIDAYAT

PEMERINTAH merencanakan pembiayaan IKN sebesar Rp 466 triliun yang terdiri dari APBN sebesar 19,2 persen atau Rp 89,4 trilun, KPBU sebesar 54,4 persen atau Rp 253,4 triliun dan swasta Rp 123,2 triliun (26,4 persen).

Swasta yang dimaksud harusnya berbentuk Foreign Direct Investment (FDI) namun Kepala Otorita menarasikan hal yang berbeda dan tidak masuk akal.

Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono mengusulkan ide dana urunan (crowd funding) untuk membangun IKN. Hal ini sangat aneh karena dana urunan membutuhkan konsensus dari publik sementara penyusunan UU IKN dinilai tidak partisipatif karena terbukti digugat oleh kelompok masyarakat.


Setidaknya ada dua gugatan yang sedang diuji oleh MK. Kelompok masyarakat tersebut dipimpin oleh Marwan Batubara dan Prof Din Syamsuddin.

Ide dana urunan adalah ide tidak masuk akal dan ide yang memberikan sinyal keputusasaan karena tidak ada lagi investor asing yang tertarik dalam pembangunan IKN. UEA sudah berkomitmen memberikan 20 miliar dolar AS, namun Arab Saudi belum memberikan keputusan angka komitmennya.

Besar kemungkinan Arab Saudi tidak berkenan memberikan karena dananya dibutuhkan untuk proyek dalam negeri Arab Saudi seperti proyek Jeddah Center, sebuah proyek pariwisata baru Pangeran Muhammad bin Salman yang bernilai 20 miliar dolar AS.

Pasca hengkangnya investor besar proyek IKN, yaitu SoftBank, kelayakan pembangunan IKN menjadi menyusut 80 persen dan tidak sesuai dengan desain awal.

Bagaimana tidak, dana 100 miliar dolar AS atau setara Rp 1430 triliun tiba-tiba tidak tersedia, sementara yang tersedia hanya komitmen UEA yaitu sekitar 20 persen dari 100 miliar dolar AS. Itu pun dinilai belum kongkret karena dananya belum masuk ke otorita IKN alias baru komitmen lisan.

Proyek IKN yang digembar-gemborkan beberapa tahun ini menjadi tidak jelas kelanjutannya.

Nuansa optimis masa depan proyek IKN ini semakin suram bila mengharapkan investasi yang bersifat FDI seperti Softbank atau UEA. Muncul kemudian ide memanfaatkan pasar modal nasional dan internasional untuk membiayai proyek IKN.

Ide tersebut disampaikan Ibu Menteri Keuangan, Sri Mulyani melalui INA (Indonesia Investment Authority). Ide dana urunan itu membutuhkan dana besar yang akan sulit untuk dicapai.

Seperti pengalaman sebelumnya, masyarakat berupaya urunan untuk membeli kapal selam, tapi gagal diwujudkan. Apalagi di tengah situasi kenaikan berbagai kebutuhan pokok masyarakat, tentunya secara langsung akan mempersempit peluang terlaksananya ide crowd funding tersebut.

Penulis adalah Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya