Berita

Hasil riset yang dirilis Lembaga Survei Jakarta (LSJ)/Repro

Politik

Survei LSJ: Prabowo Subianto Jawara, Anies dan Ganjar Bersaing Ketat

SENIN, 14 MARET 2022 | 14:57 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih diharapkan publik untuk menjadi Presiden ke-8 Indonesia. Elektabilitasnya tertinggi, disusul Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hal tersebut terekam dalam riset yang dirilis Lembaga Survei Jakarta (LSJ) dengan tema "Dinamika Elektabilitas Para Kandidat Capres Menjelang Pemilu 2024".

"Prabowo Subianto mendapatkan elektabilitas tertinggi 27,2 persen, disusul Ganjar Pranowo (16,3 persen) yang ketat ditempel Anies Baswedan (15,6 persen)," ujar peneliti LSJ Fetra Ardianto, Senin (14/3).


Dikatakan Fetra, nama-nama itu disusul Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno (7,9 persen), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (5,8 persen), Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (5,2 persen).

Berikutnya, mantan Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (2,9 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (2,2 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (2,1 persen), dan Kepala KSP Moeldoko (1,9 persen).

Dengan elektabilitas di bawah satu persen ada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menko Polhukam Mahfud MD, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Sementara, masih ada 8,2 persen responden yang menyatakan tidak tahu atau belum menentukan pilihan pada figur," pungkas Fetra.

Survei dilakukan pada 18-28 Februari 2022 di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Total sampel survei adalah 1225 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat.

Adapun margin of error survei plus minus 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya