Berita

Analis Sosial Politik UNJ, Ubedilah Badrun/RMOL

Politik

Memanas, Ubedilah Badrun Tantang Luhut dan Muhaimin Debat Penundaan Pemilu

SENIN, 14 MARET 2022 | 10:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Alasan-alasan usulan penundaan Pemilu 2024 yang disuarakan sejumlah elite politik sejauh ini belum ada yang kuat.

Mulai dari alasan gangguan pemulihan ekonomi yang disampaikan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar hingga big data yang menyebutkan 110 juta pengguna media sosial menginginkan Pemilu 2024 ditunda sebagaimana disampaikan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

"Saya menyayangkan cara berpikir Luhut dan Muhaimin karena membuat kesimpulan sembrono," kritik Analis Sosial Politik UNJ, Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/3).


Ubed berpandangan, penafsiran penundaan Pemilu 2024 berdasarkan algoritma big data sangat berbahaya.

"Itu berbahaya sekali, bagaimana cara bekerja big data-nya Luhut dan bagaimana cara Luhut menafsirkan itu metodologinya patut dipertanyakan," lanjut Ubedilah.

Pun demikian dengan metodologi Muhaimin Iskandar mengenai alasan pemulihan ekonomi. Muhaimin, kata Ubed, perlu berbicara secara gamblang mengenai data-data yang ia dapatkan agar menjadi jelas.

"Sebab urusan menunda Pemilu itu soal yang sangat strategis dalam agenda politik nasional. Maka perspektifnya harus holistik tidak cetek seperti dari data kuantitatif dan big data yang tafsirnya keliru," sambungnya.

Baginya, urusan sestrategis penundaan Pemilu 2024 memerlukan perspektif holistik dan komprehensif. Analisis kualitatif dan substantif juga harus digunakan dalam mengambil keputusan.

Menunda Pemilu, kata Ubed, itu memerlukan argumen-argumen kualitatif mendalam, empirik, dan lain-lain.

Oleh karenanya, ia menantang Luhut dan Muhaimin untuk berdebat membuka data-data alasan penundaan Pemilu kepada publik.

"Jika Muhaimin dan Luhut ngotot, saya berhak menantang mereka untuk membuka data di meja perdebatan akademik tanpa apriori. Perdebatan yang equal dan transparan di ruang publik. Kita bedah bersama-sama dalam debat terbuka," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya