Berita

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily/Net

Politik

Agar Tidak Diprotes, Ace Hasan Minta Kemenag Sosialisasikan Logo Halal Baru ke Masyarakat

MINGGU, 13 MARET 2022 | 14:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Logo halal baru yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menuai kritik pedas dari masyarakat. Sebabnya, karena tidak menggunakan bahasa arab dan berbentuk menyerupai gunungan wayang.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily menegaskan penerbitan logo halal tersebut merupakan amanat dari UU 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal. Atas dasar tersebut, ada kewajiban BPJPH membuat logo halal yang berlaku secara nasional.

"Soal logo tersebut diinterpretasi atau dimaknai secara berbeda-beda tentu tergantung dari sudut pandang masing-masing yang menilainya,” ucap Ace kepada wartawan, Minggu (13/3).


Menurutnya, baik tulisan menggunakan bahasa Arab atau tidak terpenting adalah barang yang diberikan logo itu tidak hilang maknanya, lantaran kata halal sendiri merupakan saduran dari bahasa Arab.

"Bagi saya, yang terpenting tulisan Arab itu ya mengandung kata halal dan sudah terkandung dalam tulisan Arab yang bermakna itu. Sepengetahuan saya jenis tulisan itu dalam kaligrafi Arab termasuk dalam kategori khat kufi,” katanya.

Menyinggung ihwal polemik masyarakat yang memandang bahwa logo baru tersebut tidak mencerminkan kehalalan suatu produk tertentu, Ace mengatakan setiap orang memiliki pandangannya masing-masing terhadap suatu permasalahan.

"Soal memaknainya ya tergantung cara kita memandangnya. Yang jelas bahwa pembuat logo ini memiliki tujuan huruf Arab halal ini mengadaptasi kearifan lokal yang dimiliki budaya bangsa kita,” katanya.

"Bagi orang yang terbiasa membaca huruf Arab dengan berbagai jenisnya, tentu akan mudah untuk membacanya bahwa itu huruf Arab yang artinya halal. Tapi bagi yang tak terbiasa membaca Arab, pasti masih teramat asing,” imbuhnya.

Dia berharap, Kemenag segera melakukan sosialisasi secara masif terkait logo halal yang baru dikeluarkan itu, agar tidak mengundang kegaduhan di tengah masyarakat.

"Oleh karena itu, perlu disosialisasikan kepada masyarakat lebih luas soal logo tersebut,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya