Berita

Aktivis Syahganda Nainggolan/Repro

Politik

Syahganda: Bung Karno Menghancurkan Oligarki, tapi Sekarang Oligarki Kembali Berkuasa

SABTU, 12 MARET 2022 | 15:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kondisi bangsa Indonesia saat ini dianggap masih sama dengan masa penjajahan Belanda. Meski berstatus negara merdeka, Indonesi belum benar-benar berdiri untuk rakyat.

Pandangan tersebut disampaikan aktivis Syahganda Nainggolan saat berbicara dalam pertemuan Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia di Jakarta, Jumat (11/3).

Awalnya, Syahganda menyinggung Syarikat Islam, organisasi pertama dan tertua di Indonesia. Di tempat pemimpin SI, Tjokroaminoto, para tokoh termasuk Soekarno berkumpul untuk membahas nasib bangsa yang akan didirikan.


"Di tempat Tjokroaminoto, diceritakan bagaimana Indonesia akan didirikan, yang dimiliki seluruh rakyat Indonesia dan seluruh kekayaan yang sebelumnya dikelola Belanda dibagikan merata kepada rakyat," kata Syahganda dikutip dari kanal YouTube Realita TV, Sabtu (12/3).

Merujuk buku Indonesia Menggugat yang ia baca, Syahganda merangkum ada tiga perjuangan Bung Karno. Pertama adalah menghancurkan oligarki.

"Oligarki saat itu adalah Belanda dan Eropa. Kedua, Bung Karno meminta kebebasan, demokrasi kebebasan," kata Syahganda.

Tema ketiga dalam perjuangan Bung Karno adalah soal keadilan dan kesejahteraan rakyat. Sebab kala itu, para buruh di rezim Belanda hanya diberi upah 35 sen per hari atau setara 6 Kg beras.

"Sampai sekarang (sudah merdeka) sama situasinya, oligarki yang berkuasa. Cukong-cukong itu menentukan ke mana (menentukan lokasi) Ibukota Baru, padahal cukong-cukong itu yang akan kita kikis," tutup Syahganda.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya