Berita

Jenazah terduga teroris di Sukoharjo saat tiba di rumah duka/RMOLJateng

Nusantara

Sesalkan Aksi Densus 88 di Sukoharjo, Keluarga Tidak Percaya Terduga Terlibat Terorisme

JUMAT, 11 MARET 2022 | 11:48 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pihak keluarga menyesalkan aksi yang dilakukan tim Densus 88 yang menewaskan dr Sunardi, warga Gayam, Sukoharjo, pada Rabu malam (9/3). Bahkan keluarga membantah keterlibatan terduga dengan jaringan terorisme di Indonesia.

"Kami kaget mendengar informasi ini, tapi kami bersama dua putra korban mendatangi Polres, menanyakan keberadaan ayah kami, dan kami mendapatkan jawaban beliau ditangkap Densus 88 dan sudah meninggal," ujar salah satu kerabat dekat dr Sunardi, Supriyanto, kepada awak media Kamis (10/3).

Setelah mendapat informasi, ia bersama putra almarhum menuju Semarang untuk menjemput jenasah Sunardi.


Dikatakan Supriyanto, Sunardi merupakan relawan dan dokter yang sangat sosial. Sebelum kejadian, dokter diketahui usai berpraktek di klinik Ponpes Ulul AlBab Polokarto.

Selain itu, menurut informasi yang dihimpun, terduga merupakan pendiri Hilal Ahmar (HASI) sebuah klinik pengobatan gratis di Semanggi Solo.

Kamis sore sekira pukul 17.30 WIB, jenasah terduga tiba di rumah duka Jl. Dr Moewardi no 92 Sukoharjo, Jawa Tengah. Setelah dishalatkan langsung dikebumikan di Pemakaman Muslim Polokarto.

Wewakili keluarga, Endro Sudarsono menyampaikan duka yang dialami keluarga dr Sunardi.

"Keluarga berduka dan sangat menyayangkan peristiwa ini, keluarga tidak percaya almarhum terlibat aksi teroris. Almarhum seorang dokter yang sangat sosial, praktik di beberapa klinik," ungkap Endro.

Pihaknya selaku pendamping keluarga menerima informasi bahwa almarhum mengalami luka tembak dua kali. Namun posisi tembaknya di bagian mana, belum diketahui.

"Korban meninggal dengan luka tembak dua kali. Kita belum mendapat konfirmasi resmi penyebab kematian. Saat itu mobil yang dikendarai oleng lalu menabrak. Apakah oleng karena luka tembakan atau mempertahankan diri kita belum tahu," imbuh Endro.

Mengenai upaya hukum, Endro menyebut belum ada keputusan dari keluarga. Meski sudah ada beberapa pengacara yang menyatakan siap mendampingi.

"Tidak etis saat ini kita bicara hukum, keluarga akan mempertimbangkannya. Saat ini fokus pemakaman dulu," tandas Endro.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya