Berita

Belarus terletak di antara perbatasan Rusia dan Ukraina/Net

Dunia

Korsel Larang Ekspor Barang Strategis ke Belarus Karena Mendukung Invasi Rusia

MINGGU, 06 MARET 2022 | 22:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Selatan tidak memandang sebelah mata invasi Rusia ke Ukraina. Negeri ginseng tidak hanya menyorot Rusia sebagai negara yang melakukan aksi militer, tetapi juga Belarus, sebagai negara yang mendukung aksi tersebut.

Sebagai tanggapan atas situasi tersebut, Korea Selatan pada akhir pekan ini melarang ekspor barang-barang strategis ke Belarus.

Sebelumnya, negara Asia Timur itu juga telah memutuskan untuk melarang ekspor ke-49 organisasi dan perusahaan Rusia pekan lalu. Di bawah tindakan tersebut, lisensi diperlukan untuk mengekspor atau mentransfer barang-barang utama ke entitas-entitas itu, dengan pengecualian terbatas.


Menurut keterangan yang dirilis oleh Kementerian Ekonomi dan Keuangan dalam sebuah pernyataan, langkah itu akan berlaku mulai pekan ini.

"Seperti yang telah kami simpulkan bahwa Republik Belarus telah secara efektif mendukung invasi Rusia ke Ukraina, kami telah memutuskan untuk menerapkan larangan ekspor ke Belarus juga," begitu bunyi keterangan tersebut.

Pemerintah Korea Selatan mengumumkan pembatasan terhadap dua entitas Belarusia, termasuk kementerian pertahanan.

"Kami akan segera memberi tahu Amerika Serikat tentang keputusan tersebut dan memperluas dukungan kami untuk perusahaan Korea Selatan dan warga negara kami yang tinggal di luar negeri yang berpotensi terpengaruh oleh tindakan tersebut," sambung pernyataan yang sama, sebagaimana dikabarkan Yonhap.

Menurut data resmi pemerintah Korea Selatan, ekspor Korea Selatan ke Belarus mencapai 70 juta dolar AS pada tahun 2021 lalu. Sedangkan impor diperkirakan mencapai 80 juta dolar AS, naik 0,01 persen.

Menindaklanjuti keputusan tersebut, pihak kementerian juga berencana untuk memberikan layanan konsultasi hukum kepada bisnis Korea Selatan yang dapat menghadapi perselisihan dengan rekan-rekan bisnis di Rusia.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya