Berita

Pendataan warga yang melintas ke Moldova dari Ukraina/BBC

Dunia

Kemlu Ukraina Bantah Isu Miring soal Diskriminasi terhadap Pelajar Asing di Tengah Invasi Rusia

MINGGU, 06 MARET 2022 | 21:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah situasi konflik di Ukaina usai pasukan Rusia melancarkan aksi militer akhir Januari lalu, muncul satu isu yang tidak sedap terkait dengan tuduhan diskriminasi.

Beberapa waktu belakangan muncul isu dan tuduhan bahwa ada perlakuan diskriminasi terhadap mahasiswa asing yang meninggalkan Ukraina karena agresi militer Rusia.

Terkait hal itu, Kementerian Luar Negeri Ukraina pun segera bereaksi. Melalui sebuah pernyataan yang dirilis pada akhir pekan ini, Kementerian Luar Negeri Ukraina menegaskan bahwa diskriminasi dalam bentuk apa pun, baik diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit atau kebangsaan, tidak pernah ditoleransi di Ukraina. Negara itu merupakan tujuan utama bagi mahasiswa asing dari segenap penjuru dunia selama beberapa dekade ini.


"Pemerintah Ukraina menanggapi serius semua akun yang menuduh adanya tindakan diskriminasi, termasuk kepada warga negara asing yang ingin melintasi perbatasan negara," begitu kutipan dari pernyataan tersebut yang dirilis pada akhir pekan ini.

"Kami terus prioritaskan untuk membantu warga negara asing keluar dari Ukraina dengan aman dan secepat mungkin," sambung pernyataan yang sama.

Selama seminggu terakhir, pemerintah Ukraina telah membantu lebih dari 130 ribu orang asing untuk keluar dari Ukraina, termasuk 10 ribu pelajar dari India, 2.500 dari China, 1.700 dari Turkmenistan dan 200 dari Uzbekistan.

"Kami himbau agar perwakilan diplomatik dari setiap negara lebih proaktif dalam bekerja sama dengan pemerintah Ukraina untuk mengevakuasi warga negara mereka dari zona konflik, dan tetap menjaga komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Ukraina," bunyi pernyataan itu, sebagaimana diterima redaksi.

Pernyataan yang sama juga menjelaskan bahwa angkatan bersenjata Rusia telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan terus menembaki kota-kota di Ukraina. Sebagai dampak, pemerintah Ukraina pun kesulitan untuk mengevakuasi warga asing dari Ukraina dengan aman.

Karena itulah, pemerintah Ukraina mendesak agar semua pemerintah negara asing menuntut Presiden Rusia Vladimir Putin agar segera menghentikan perangnya terhadap Ukraina.

"Harap diingat bahwa meskipun dalam kondisi yang sangat sulit, pemerintah Ukraina tetap membuka semua pos pemeriksaan di perbatasan barat selama 24 jam setiap harinya. Prosedur check-in telah disederhanakan sebisa mungkin dan daftar dokumen yang diperlukan juga telah dikurangi," jelas pernyataan itu.

Warga dari negara mana pun yang akan melintasi perbatasan dihimbau untuk mematuhi hukum, menjaga ketertiban, dan bertindak dengan penuh tanggung jawab di tengah situasi yang menantang. Sementara bagi mereka yang akan melintas, dihimbau untuk menyiapkan dokumen dan mengaturnya dengan sebaik mungkin.

"Selain itu, kami juga mengimbau setiap warga untuk saling menghormati dan pengertian kepada semua orang yang ada di perbatasan, mengingat situasi saat ini sangat berbahaya," sambung pernyataan yang sama.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya