Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk "Revolusi Indonesia Belum Selesai", yang digelar di Rumah Kedaulatan Rakyat, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (4/3)/RMOL

Politik

Gde Siriana: Oligarki Paling Untung Kalau Pemilu Ditunda, Karena Bisa Berhemat

JUMAT, 04 MARET 2022 | 19:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dampak penundaan Pemilu Serentak 2024 bakal dirasakan masyarakat. Tapi di sisi yang lain, kelompok penguasa dan oligraki justru mendapat keuntungan yang berlipat ganda.

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk "Revolusi Indonesia Belum Selesai", yang digelar di Rumah Kedaulatan Rakyat, Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (4/3).  

"Yang paling diuntungkan selain penguasa, juga oligarki. Mereka tidak mengeluarkan uang yang banyak untuk mendanai kampanye, dia bisa berhemat," ujar Gde Siriana saat pemaparannya.


Bahkan, Gde mengalkulasi jika dalam hitung-hitungan bisnis kelompok oligarki bisa mendapat keuntungan tambahan. Karena, imbas dari penundaan pemilu ini salah satunya adalah dilanjutkannya proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.

"Mereka, para oligarki mendapat keuntungan lain dengan adanya IKN. Jadi ada hubungan kuat antara penundaan pemilu dengan proyek IKN," tuturnya.

Sementara itu, Gde Siriana melihat masyarakat justru mendapat kerugian dari penundaan pemilu yang berimbas pada perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo. Di mana, dia merangkumnya menjadi 3 aspek.

"Pertama, kita ini setahun ke depan mau 25 tahun reformasi ’98. Tapi umur reformasi ini di bawah tahta oligarki," kata Gde Siriana.

Kemudian kerugian rakyat yang kedua, disebutkan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini, adalah ekonomi yang mensejahterakan segelintir orang dan bukan mayoritas masyarakat Indonesia.

"Dan yang ketiga, Indonesia tidak dipimpin orang yang merupakan strong leadership," demikian Gde Siriana.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya