Berita

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin/RMOL

Dunia

Dubes Vasyl Hamianin Bantah Diskriminasi Bahasa Rusia di Ukraina

JUMAT, 04 MARET 2022 | 16:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Rusia Vladimir Putin telah menjustifikasi serangan militer ke Ukraina dengan kata "denazifikasi". Ia juga menyebut pemerintahan Ukraina merupakan rezim anti-Rusia.

Putin menilai, pemerintahan Ukraina yang dipimpin oleh Presiden Volodymyr Zelensky telah mendiskriminasi orang-orang Rusia di negara tersebut. Bahkan rezim Ukraina berusaha membasmi budaya dan bahasa Rusia.

Namun Duta Besar Ukraina di Jakarta, Vasyl Hamianin membantah hal tersebut.


Lewat pesan audio yang diterima Kantor Berita Politik RMOL pada Jumat (4/3), Dubes Hamianin mengatakan setengah dari populasi Ukraina berbahasa Rusia.

"Secara resmi, tentu kami menggunakan Bahasa Ukraina. Tapi 90 persen orang Ukraina mengerti Bahasa Rusia," ujarnya.

Selain itu, ia menekankan, pemerintah Ukraina tidak pernah melarang media-media Rusia, termasuk TV, untuk disiarkan di negara tersebut.

"Kecuali jika mereka menyebarkan propaganda terhadap Ukraina," tambahnya.

Putin mengumumkan Operasi Militer Khusus terhadap Ukraina pada 24 Februari lalu, dengan tujuan demiliterisasi dan denazifikasi.

Moskow menyebut, ideologi Neo-Nazi telah berkembang pesat di Ukraina. Dengan ideologi tersebut, rezim Ukraina dikatakan telah mendiskriminasi minoritas.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya