Berita

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin/Net

Dunia

China: Sebagai Inisiator, AS Harus Bertanggung Jawab Atas Krisis Ukraina

JUMAT, 04 MARET 2022 | 10:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Alih-alih menyalahkan orang lain, Amerika Serikat (AS) dan NATO harus bertanggung jawab karena menjadi inti penyebab krisis di Ukraina.

Begitu yang dikatakan oleh jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin ketika membantah Beijing mengetahui rencana invasi Rusia ke Ukraina, dan meminta Putin menundanya hingga akhir Olimpiade Beijing.

"Pengalihan kesalahan semacam ini tercela. Sangat jelas bagaimana masalah Ukraina telah berkembang hingga titik ini. Kita semua tahu apa inti masalahnya," ujarnya dalam konferensi pers pada Kamis (3/3).


Dalam pernyataannya, Wang menyoroti upaya ekspansi NATO ke timur, mendekati Rusia, hingga berusaha memberikan aksesi bagi Ukraina.

Mengutip pernyataan mantan Duta Besar AS untuk Uni Soviet pada 1990-an, George Kennan, Wang mengatakan ekspansi NATO adalah kesalahan paling fatal dalam kebijakan AS.

"Sayangnya, pemerintah AS tidak mendengarkan," tambah Wang, seperti dikutip Xinhua.

“Diharapkan para inisiator akan merefleksikan peran mereka dalam krisis Ukraina, dengan sungguh-sungguh memikul tanggung jawab mereka, dan mengambil tindakan nyata untuk meredakan situasi dan memecahkan masalah, daripada menyalahkan orang lain,” tekannya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya