Berita

Jaya Suprana/Ist

Jaya Suprana

Menghayati Makna Hari Raya Nyepi

JUMAT, 04 MARET 2022 | 09:30 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

LAZIMNYA apa yang disebut sebagai Hari Raya senantiasa dirayakan secara ekstrovert alias “lebih ke luar” dengan suasana euforia riang gembira, bahkan kerap kali diiringi suara letusan petasan.
 
Lain halnya dengan Hari Raya Nyepi di Pulau Dewata yang bukan dirayakan secara ekstrovert, namun introvert alias “lebih ke dalam”. Istilah menghayati Hari Raya Nyepi terasa lebih tepat sambil lebih arif ketimbang sekadar merayakan.
 
Hari Raya Nyepi memberi kesempatan bagi umat manusia bukan hanya di Bali untuk melakukan mawas diri sendiri setelah lebih sering melakukan mawas orang lain. Hari Raya Nyepi memberi kesempatan bagi setiap insan manusia untuk mencari kesalahan diri sendiri ketimbang mencari atau bahkan mencari-cari kesalahan orang.
 

 
Kutu di seberang lautan tampak, gajah di depan mata tak tampak.  Atau sebaliknya. Hari Raya Nyepi memberi kesempatan bagi para buzzer serta influencer baik yang berbayar maupun tidak berbayar untuk menghentikan hujat, apalagi fitnah terhadap orang lain, apalagi hanya demi mencari nafkah untuk diri sendiri.
 
Hari Raya Nyepi memberi kesempatan bagi para kampret, cebong, dan kadal gurun untuk menghentikan kemelut angkara murka saling membenci karena pilpres sudah lama berlalu.
 
Hari Raya Nyepi memberi kesempatan bagi para pelaksana pembangunan infrastruktur untuk mematuhi kehendak Presiden Jokowi serta Agenda Pembangunan Berkelanjutan sebagai pedoman pembangunan planet bumi abad XXI tanpa merusak alam dan menyengsarakan rakyat dan masyarakat adat.
 
Para penggusur stop memaksakan penggusuran terhadap rakyat miskin dan masyarakat adat secara sempurna melanggar hukum, HAM dan Pancasila. Hari Raya Nyepi memberi kesempatan bagi bangsa Rusia dan bangsa Ukraina untuk melakukan genjatan senjata demi menghentikan angkara murka pertumpahan darah rakyat tak berdosa.
 
Hari Raya Nyepi memberi kesempatan bagi seluruh umat manusia, termasuk Anda dan saya untuk mawas diri sendiri masing-masing demi membuat kehidupan bersama di marcapada ini menjadi lebih indah bukan hanya pada hari ini, namun pada setiap hari, setiap bulan, setiap tahun, setiap saat selama hayat masih dikandung badan.
 
Kesempatan tersedia namun selanjutnya tergantung pada kemauan setiap insan manusia untuk mendayagunakan atau memubazirkan kesempatan tersebut.

Mohon dimaafkan kedangkalan daya pikir saya dalam ikhtiar menafsirkan makna adiluhur terkandung di dalam Hari Raya Nyepi.
 
Om Swasyastu.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya