Berita

Akibat serangan Rusia terhadap Kota Kharkiv, Ukraina/Reuters

Dunia

Gagal Dapatkan Kiev dan Kharkiv, Rusia Ganti Taktik hingga Serang Objek Sipil

RABU, 02 MARET 2022 | 11:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Serangan Rusia terhadap Ukraina terus berlanjut, dengan semakin banyak korban jiwa dan kerusakan yang diakibatkan.

Sejak serangan dimulai pada Kamis (24/2) hingga saat ini, serangan Rusia terus berlanjut di kota-kota besar Ukraina, khususnya Kharkiv.

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin menyebut, Rusia telah mengganti taktik mereka lantaran gagal merebut ibukota Kiev dan kota terbesar kedua Kharkiv.


Perlawanan dari pasukan dan warga Ukraina sejauh ini telah berhasil menahan Rusia untuk bergerak masuk ke ibukota.

"Rusia telah mengganti taktiknya ketika mereka gagal mendapatkan Kiev, Kharkiv, dan kota-kota lainnya di Ukraina. Mereka mengganti taktik dengan membombardir warga sipil," ujar Dubes Hamianin dalam konferensi pers virtual pada Rabu (2/3).

Pada Selasa (1/3), ia menuturkan, terjadi serangan masif di pusat kota Kharkiv yang membuat banyak korban berjatuhan.

"Serangan menargetkan bukan hanya objek militer, karena tidak ada objek militer di pusat kota," kata Dubes Hamianin.

Sejauh ini, sekitar 700 ribu orang Ukraina mengungsi ke negara atau wilayah lain.

Akibat serangan, sebanyak 352 orang, termasuk 16 anak-anak meninggal dunia. Sementara sebanyak 1.684 orang, dengan 116 anak-anak di antaranya terluka.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya