Berita

Aktivis 98 resmi membentuk Komite Rakyat Lawan KKN (KRL-KKN)/Ist

Politik

Resah, Pentolan Aktivis 98 Sepakat Bentuk Komite Rakyat Lawan KKN

SABTU, 26 FEBRUARI 2022 | 16:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah pentolan Aktivis 98 dari berbagai profesi bersama rakyat korban tambang, buruh dan pemimpin mahasiswa generasi Z dari kampus Se-Jabodetabek sepakat membentuk Komite Rakyat Lawan KKN (KRL-KKN).

KRL-KKN merupakan entitas penting baru dan terbuka untuk semua komponen bangsa yang menghendaki bangsa Indonesia maju tanpa KKN.

"Puji syukur akhirnya kita menyepakati bersama rakyat dan dari berbagai profesi untuk membentuk Komite Rakyat Lawan KKN atau KRL-KKN," ujar Bungas Fernando Duling yang biasa disapa Nando dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/2).


Pembentukan KRL-KKN juga dihadiri para aktivis 98, di antaranya Ubedilah Badrun, Yusuf Blegur, Anton Aritonang, Henry Basel, Edysa Girsang, Apek Saiman, Jaya, Hersyam, dan beberapa lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ubedilah Badrun menilai upaya menjaga semangat melawan KKN penting dalam mempertahankan dan memajukan bangsa.

"Sesungguhnya ada silent majority yang memiliki semangat melawan KKN. Apalagi generasi milenial dan generasi Z saat ini," kata Ubedilah.

Ia memaparkan, berdasarkan riset ada 83 persen pemuda di seluruh dunia membenci korupsi. Karena itu, semangat memberantas KKN harus diinisiasi sebagai upaya menghadirkan pemerintahan yang baik.

"Upaya ini penting untuk menghadirkan good governance dan clean government di negeri ini," ucap Ubedilah.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya