Berita

Joko Widodo dan Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Tiga Cara Jokowi Tetap Kuasai Istana Tanpa Tunda Pemilu 2024, Salah Satunya Jadi Wapres LBP

RABU, 23 FEBRUARI 2022 | 20:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Usulan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar agar Pemilu Serentak 2024 ditunda, tidak akan menjadi satu-satunya suara dari kalangan partai politik koalisi pemerintah.

Presidium Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK), Haris Rusly Moti mengatakan, dalam waktu dekat akan ada petinggi partai politik koalisi yang akan menyampaikan pesan yang sama.

"Kabarnya Ketum PAN juga sudah didekati untuk buat pernyataan serupa?" kata Haris Rusli Moti dalam cuitan akun Twitter pribadinya, Rabu (23/2).


Bagi Haris, ada pesan khusus dari usulan itu. Yakni, Presiden Joko Widodo nampaknya ingin menyampaikan kepada publik bahwa dia tidak siap pensiun jadi kepala negara.

"Kayaknya ada yang tak siap pensiun jadi penguasa oligarki di Istana, maunya diperpanjang 3 tahun hingga 2028 dan diperpanjang lagi hingga 2035," tuturnya.

Haris tidak menyebutkan oligarki itu adalah Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan yang dipercaya sebagai Menko Maritim dan Investasi.

Jika kecurigaan itu benar, Haris yang juga aktivis Petisi'28 ini, Jokowi dan LBP akan tetap bisa memegang kendali Istana tanpa perpanjangan atau penundaan jadwal Pemilu 2024.

"Sebetulnya ada jalan lain, tiga skenario agar Pak @jokowi dan LBP tetap berkuasa istana, tanpa harus perpanjang masa jabatan presiden selama 3 tahun," katanya.

"1. Ajukan Ibu Iriana Jokowi jadi Capres; 2. Calonkan Gibran jadi Presiden RI; 3. LBP jadi Capres dengan Wapresnya Jokowi," pungkasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya