Berita

Ilustrasi

Politik

Elektabilitas Prabowo Ditempel Ganjar, Puan Maharani Masih Nol Koma

RABU, 23 FEBRUARI 2022 | 19:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menjadi figur paling dijagokan publik untuk menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024.

Temuan survei terbaru yang dirilis Litbang Kompas, Prabowo Subianto mendapat elektabilitas 26,5 persen disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar PRanowo yang catatkan 20,5 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 14,2 persen.

Berikutnya ada kolega Prabowo yakni Wakil ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno (4,9 persen) disusul Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (3,7 persen), Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (2,9 persen).


Selanjutnya ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (2,6 persen), Menteri Sosial Tri Rismaharini (2,6 persen), Panglima TNI Andika Perkasa (2 persen), mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (1,4 persen), menteri BUMN Erick Thohir yang catatkan elektabilitas sama dengan Menko Polhukam Mahfud MD (1,1 persen)

Terakhir ada pesaing Ganjar dalam berburu tiket capres dari PDIP yakni Ketua DPR RI Puan Maharani yang catatkan elektabilitas 0,6 persen.

Sementara, pilihan lainnya tercatat 4,1 persen dan menjawab tidak tahu atau rahasia ada 11,8 persen.

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden pada medio 17-30 Januari 2022.

Responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Adapun margin of error penelitian ± 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya