Berita

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson/Net

Dunia

Inggris: Bisa Disimpulkan Bahwa Invasi Rusia ke Ukraina Telah Dimulai

SELASA, 22 FEBRUARI 2022 | 19:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Langkah Rusia untuk mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk sebagai negara merdeka mengundang kemarahan dari banyak pihak, termasuk Inggris.

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid menyebut bahwa langkah tersebut sama menunjukkan bahwa invasi Rusia ke Ukraina telah dimulai, sehingga Inggris akan memberikan sanksi kepada Rusia.

"Anda dapat menyimpulkan bahwa invasi ke Ukraina telah dimulai," kata Javid kepada Sky News pada Selasa (22/2).


Kecaman senada juga dilontarkan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di hadapan parlemen Inggris.

Dia mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah secara terang-terangan melanggar perjanjian Minsk dengan mengakui dua wilayah yang dikuasai pemberontak di Ukraina timur tersebut.

Perjanjian Minsk adalah upaya untuk mengamankan gencatan senjata antara pasukan Pemerintah Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di timur Ukraina. Perjanjian yang juga dikenal sebagai Kesepakatan Minsk itu dinamai sesuai nama ibu kota Belarus, Minsk, tempat ditandatangani perjanjian pada 2014 dan 2015.

Pada kesempatan yang sama, Johnson menyebut bahwa dengan mengakui wilayah separatis Ukraina, Putin merencanakan dalih untuk invasi ke seluruh Ukraina.

"Kita tidak boleh menguatkan diri untuk tahap selanjutnya dari rencana Putin", kata Johnson, seperti dimuat BBC.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya