Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Dedi Kurnia: Tidak Ada Salahnya Kepala Otorita IKN Dijabat Menteri, Justru Bermanfaat

SELASA, 22 FEBRUARI 2022 | 17:05 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden Joko Widodo dikabarkan sudah memiliki pilihan nama untuk menjabat Kepala Badan Otorita IKN Nusantara. Kabarnya, nama pilihan itu akan diumumkan pada pertengahan Maret 2022.

Seiring kabar tersebut, muncur perdebatan baru soal wacana Kepala Badan Otorita IKN Nusantara boleh dipilih dari menteri dalam kabinet. Artinya, menteri diperbolehkan rangkap jabatan.

Soal polemik itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah memandang tidak masalah jika benar nantinya Kepala Badan Otorita IKN Nusantara merangkap menteri.


Menurut, justru ada manfaat positif jika Kepala IKN dari unsur menteri. Utamanya memudahkan bagi Presiden JokoW Widodo untuk melakukan koordinasi terkait perkembangan IKN.

"Jika melihat efisiensi dan koordinasi lebih teratur, memang ada baiknya kepala IKN dijabat seorang menteri," kata Dedi kepada wartawan, Selasa (22/2).

Selain itu, lanjutnya, Kepala IKN idealnya merupakan sosok yang menguasai perencanaan. Dengan begitu, pembangunan IKN benar-benar sesuai dengan desain yang sudah ditetapkan saat pelaksaan di lapangan.
 
"Sehingga tidak perlu ada regulasi baru yang bisa saja semakin birokratis," pungkasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya