Berita

Mantan Walikota Tanjungbalai, M. Syahrial saat kenakan rompi oranye khas tahanan KPK/RMOL

Hukum

Setelah Terpidana Suap Penanganan Perkara, M. Syahrial Kini Didakwa Terima Suap Rp 100 Juta Terkait Lelang Jabatan

SENIN, 21 FEBRUARI 2022 | 22:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mantan Walikota Tanjungbalai, M. Syahrial didakwa menerima uang Rp 100 juta terkait lelang jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai.

Dakwaan ini dibacakan langsung oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (21/2).

Dalam perkara suap lelang jabatan ini, terdakwa Syahrial disebut menerima uang tunai sebesar Rp 100 juta atau sejumlah itu dari Yusmada selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Kadis Perkim) Pemkot Tanjungbalai yang diterima melalui Sajali Lubis alias Jali selaku orang kepercayaan terdakwa Syahrial.


"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya," ujar Jaksa KPK, Senin (21/2).

Terdakwa Syahrial selaku Walikota Tanjungbalai periode 2016-2021 dan periode 2021-2027 ini memilih dan menetapkan Yusmada sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Tanjungbalai dalam seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi Pratama Sekda Kota Tanjungbalai tahun 2019.

Awalnya, saat memilih Yusmada sebagai Sekda Kota Tanjungbalai setelah melewati seleksi, terdakwa Syahrial memerintahkan Jali untuk menyampaikan kepada Yusmada agar menyiapkan uang sejumlah Rp 500 juta untuk terdakwa Syahrial pada 5 September 2019.

Hal tersebut selanjutnya disampaikan oleh Jali kepada Yusmada. Namun, disepakati uang yang diberikan Yusmada sesuai kesanggupannya adalah Rp 200 juta.

"Namun yang akan diserahkan terlebih dahulu pada besok hari adalah Rp 100 juta," kata Jaksa KPK.

Keesokan harinya pada 6 September 2019, Yusmada menghubungi Jali untuk datang ke Bank BNI Kantor Cabang Utama (KCU) Tanjungbalai. Dan ketika bertemu di depan Bank BNI tersebut, Yusmada menyerahkan bungkusan plastik hitam berisikan uang sejumlah Rp 100 juta kepada Jali untuk diserahkan kepada terdakwa Syahrial.

Setelah itu, Jali meminta petunjuk dengan menghubungi terdakwa Syahrial yang kemudian mengarahkan agar uang tersebut diberikan kepada Muhammad Ichsan Prawira selaku ajudan terdakwa yang sudah menunggu di Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCU) Tanjungbalai.

Saat bertemu, Jali menyerahkan bungkusan plastik hitam yang berisi uang Rp 100 juta tersebut kepada Muhammad Ichsan Prawira.

Selanjutnya atas perintah terdakwa Syahrial, Ichsan Prawira menyetorkan uang tersebut ditambah uang sejumlah Rp 9 juta yang sebelumnya diterima dari terdakwa ke rekening Bank Mandiri atas nama M. Syahrial.

Sehingga, total uang yang disetorkan ke rekening terdakwa Syahrial di Bank Mandiri tersebut adalah Rp 109 juta.

Atas perbuatannya, terdakwa Syahrial didakwakan dengan dakwaan Pertama Pasal 12 huruf b UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Atau dakwaan Kedua Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Syahrial sendiri telah dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Medan untuk menjalani pidana penjara selama dua tahun dalam perkara suap terkait penanganan perkara Walikota Tanjungbalai tahun 2020-2021 pada Rabu, 6 Oktober 2021.

Dalam perkara penanganan perkara tersebut, Syahrial terbukti memberikan uang suap kepada Stepanus Robin Pattuju selaku mantan penyidik KPK dan Maskur Husain selaku pengacara dengan total sejumlah Rp 1.695.000.000.

Pemberian uang itu bertujuan agar Robin dapat membantu Syahrial agar penyelidikan perkara yang dilakukan oleh KPK terkait jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai yang melibatkan Syahrial tidak naik ke tahap penyidikan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya