Ketua KPK Firli Bahuri saat melantik 55 JPU KPK di Gedung Merah Putih/Ist
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan pesan mendasar kepada 55 Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang resmi dilantik untuk memperkuat KPK.
Sejumlah pesan itu antara lain agar JPU memiliki tekad bulat dan sungguh-sungguh dalam mengabdikan diri sampai Indonesia terbebas dari praktek-prektek korupsi.
“Bekerja secara profesional tanpa pandang bulu, bekerja didasarkan bukti yang cukup dan kecukupan bukti. Karena itu merupakan prinsip kerja kita di KPK,†kata Firli saat melantik 55 JPU KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (21/2).
Selain itu, Firli juga meminta agar JPU yang bergabung terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dan selalu berusaha bukan menjadi manusia yang berhasil, melainkan manusia yang berguna.
“Junjung tinggi kehormatan negara dan muliakan profesi rekan-rekan sebagai jaksa adhiyaksa dan KPK,†pesan Firli, sekaligus mengingatkan agar sumpah jabatan dan menghormati azas-azas tugas pokok KPK selalu dipegang teguh.
Dihadapan seluruh pegawai KPK dan 55 JPU itu, Firli menegaskan bahwa KPK meskipun dalam rumpun eksekutif namun dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya bersifat independen yakni terbebas dari pengaruh kekuasaan manapun, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 3 UU 19/2019.
“Oleh karena itu jangan ada kendala dalam pelaksanaan tugas dan bebas dari intervensi,†Firli menegaskan.
Firli menyadari bahwa pelaksanaan tugas sebagai JPU KPK sangat berat lantaran bakal menghadapi berbagai persoalan. JPU, lanjut Firli juga dituntut untuk mencari solusi dan menyelesaikan masalah. Terkait hal ini, Firli menekankan bahwa tidak ada masalah yang dapat membunuh kita, namun sebaliknya masalah akan membawa kita menjadi lebih kuat.
“Kita sungguh-sungguh menyadari bahwa tidak mudah mengambil keputusan, karena semua keputusan pasti tidak luput dari resiko. Tapi resiko yang paling besar akan ada ketika kita tidak mengambil resiko,†ungkap Firli.
Dalam kesempatan itu, Firli mengingatkan juga seruan Panglima Besar Jenderal Soedirman “Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menutut bela, siapapun lawan yang aku hadapiâ€.
Dengan mengutip seruan Jenderal Soedirman ini, Firli berharap dapat membakar semangat juang seluruh insan KPK, agar bersama rakyat terus berperang melawan korupsi sampai titik darah penghabisan.
“Ini sebagai bentuk kecintaan serta kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,†demikian Firli.