Berita

Presiden Komisi Eropa Ursula Von Der Leyen/Net

Dunia

Von Der Leyen: Eropa Akan Baik-baik Saja Hadapi Musim Dingin Meski Tanpa Gas Rusia

MINGGU, 20 FEBRUARI 2022 | 18:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Eropa dapat bertahan musim dingin ini meskipun raksasa energi Rusia Gazprom dengan "sengaja" mengurangi pasokan gas.

Begitu kata Presiden Komisi Eropa Ursula Von Der Leyen di Konferensi Keamanan Munich pada Sabtu (19/2).

"Bahkan dalam kasus gangguan penuh pasokan gas dari Rusia, kami berada di sisi yang aman untuk musim dingin ini," kata Von Der Leyen.

Dia menjelaskan bahwa Brussels telah mendiversifikasi pemasok gasnya, sehingga Eropa siap meskipun jika Gazprom mematikan keran pasokannya ke Eropa.

"Untuk saat ini kami akan dapat mengganti pengiriman gas Rusia dengan pengiriman LNG (gas alam cair) yang kami dapatkan dari teman-teman kami di seluruh dunia," tambahnya.

Pernyataan ini dia buat di tengah eskalasi ketegangan yang terjadi antara Ukraina dan Rusia. Ketegangan itu berimbas pada sektor energi. Rusia memangkas pasokan ke Eropa, padahal sejumlah negara besar Uni Eropa, seperti Jerman dan Italia, sangat bergantung pada gas Rusia.

Pernyataan ini dia buat di tengah eskalasi ketegangan yang terjadi antara Ukraina dan Rusia. Ketegangan itu berimbas pada sektor energi. Rusia memangkas pasokan ke Eropa, padahal sejumlah negara besar Uni Eropa, seperti Jerman dan Italia, sangat bergantung pada gas Rusia.

Namun Von Der Leyen bersikeras bahwa Eropa siap menghadapi kemungkinan pemotongan gas Rusia berkat bantuan pemasok alternatif, termasuk Amerika Serikat. Dia juga menegaskan bahwa infrastruktur energi Eropa bahkan dapat digunakan untuk memasok gas ke Ukraina, jika diperlukan.

"Uni Eropa yang kuat tidak bisa begitu bergantung pada pemasok energi yang mengancam akan memulai perang di benua kita. Gazprom, sebuah perusahaan milik negara Rusia, sengaja berusaha untuk menyimpan dan mengirimkan sesedikit mungkin," jelas Von Der Leyen.

Dia pun memperingatkan bahwa Eropa harus mempercepat transisinya ke sumber energi berkelanjutan, juga sebagai cara untuk mandiri dari gas Rusia.

"Kita harus mendiversifikasi pemasok dan sumber energi kita," katanya, mencatat bahwa "kita menggandakan energi terbarukan" dan bahwa "ini akan meningkatkan kemandirian strategis Eropa untuk energi," tegasnya, seperti dimuat Politico.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya