Berita

Penanganan pasien Covid-19 di Hong Kong/AFP

Dunia

Lawan Penyelundupan Manusia dari Hong Kong, Beberapa Kota di China Tawarkan Hadiah Uang Tunai

JUMAT, 18 FEBRUARI 2022 | 17:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China tidak main-main dalam menjalankan strategi nol-Covid yang dicanangkan. Beberapa kota di China bagian selatan baru-baru ini bahkan menawarkan hadiah uang tunai senilai puluhan ribu dolar AS bagi siapa saja yang bisa memberikan petunjuk pada jaringan penyelundupan yang membawa orang dengan virus corona dari Hong Kong melintasi perbatasan daratan.

Langkah ini dilakukan lantaran arus kedatangan dari Hong Kong semakin meningkat, namun melalui jalur penyelundupan atau ilegal. Sehingga mereka yang datang tidak terdeteksi dan tidak melakukan tes atau isolasi mandiri, sebagaimana aturan yang diterapkan.

Terlebih Hong Kong saat ini sedang menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang didorong oleh varian Omicron.

Pada awal pekan ini saja (Senin, 14/2), sebanyak empat orang dinyatakan positif Covid-19 setelah secara ilegal memasuki daratan China dari kota tanpa karantina.

Salah satu kota yang mengumumkan hadiah uang tunai bagi mereka yang memberikan petunjuk soal penyelundupan manusia adalah kota Huizhou, yang terletak tidak jauh dari perbatasan Hong Kong.

Sebuah pemberitahuan pada hari Kamis (17/2) oleh polisi di Huizhou mengatakan mereka ingin "memobilisasi massa" untuk berpartisipasi dalam pekerjaan anti-penyelundupan dan menjaga dari kasus virus impor.

Sebuah pemberitahuan pada hari Kamis (17/2) oleh polisi di Huizhou mengatakan mereka ingin "memobilisasi massa" untuk berpartisipasi dalam pekerjaan anti-penyelundupan dan menjaga dari kasus virus impor.

"Mereka yang melaporkan petunjuk tentang kegiatan penyelundupan yang ditemukan ilegal atau kriminal akan diberikan hadiah hingga 200 ribu yuan," begitu bunyi pengumuman yang dirilis pihak berwenang Huizhou, seperti dimuat BBC.

Mereka juga merinci hadiah uang tunai yang berbeda untuk setiap laporan. Mereka yang melaporkan kapal penyelundupan akan mendapat jumlah uang yang berbeda dengan mereka yang melaporkan orang yang melintasi perbatasan secara ilegal.

Pemberitahuan serupa juga telah dikeluarkan setidaknya di lima kota lain.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya