Berita

Ilustrasi gedung DPR/MPR RI/Net

Politik

Hasil Uji Kelayakan Anggota KPU-Bawaslu Diputus Malam Ini, DPR RI Diingatkan Penuhi 30 Persen Keterwakilan Perempuan

RABU, 16 FEBRUARI 2022 | 13:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Komisi II DPR RI yang tengah melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2022-2027, diingatkan untuk memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan.

Hal itu disampaikan peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhanil.

Fadli menjelaskan, Komisi II DPR telah melangsungkan fit and proper test calon komisioner KPU dan anggota Bawaslu periode 2022-2027 mulai Senin (14/2) hingga hari ini, Rabu (16/2).


"Jika melihat agenda uji kelayakan dan kepatutan yang disusun oleh DPR, Komisi II DPR akan langsung melaksanakan pemilihan pada malam ini," ujar Fadli melalui keterangan tertulisnya yang diterima Redaksi, Rabu (16/2).

Dalam keputusan nanti, Komisi II DPR RI akan menentukan 7 dari 14 orang calon Komisioner KPU yang diuji kelayakan dan kepatutan. Sementara, untuk Bawaslu akan ditentukan 5 dari 10 orang calon.

"Oleh sebab itu, sebagaimana sudah disampaikan sejak awal oleh masyarakat kepada DPR, Komisi II DPR perlu memilih 30 persen perempuan untuk masing-masing lembaga penyelenggara pemilu," jelasnya.

Fadli merinci, 30 persen dari 7 orang Komisioner KPU sama dengan sejumlah 3 orang keterwakilan perempuan. Kemudian 5 orang anggota Bawaslu sama dengan 2 orang keterwakilan perempuan.

Menurutnya, keterpilihan perempuan 30 persen dari jumlah anggota KPU dan Bawaslu ini penting untuk dipastikan oleh DPR dengan beberapa alasan.

Pertama, untuk memastikan ketaatan DPR terhadap UU Pemilu, sebagai lembaga negara yang diberi kewenangan untuk memilih Komisioner KPU dan anggota Bawaslu.

"Di dalam UU Pemilu sudah eksplisit disebutkan, bahwa di dalam memilih anggota KPU dan Bawaslu, wajib hukumnya untuk memperhatikan 30 persen perempuan," tuturnya.

Selain itu, Fadli juga memandang keterpilihan perempuan yang sesuai dengan mandat UU Pemilu sebanyak 30 persen dari total jumlah Komisioner KPU dan anggota Bawaslu adalah karena akan memberikan ruang keberpihakan terhadap penyelenggaraan pemilu yang lebih inklusif. Terutama bagi perempuan di dalam penyelenggaraan pemilu.

"Oleh sebab itu, komitmen DPR, khususnya anggota Komisi II DPR oeriode 2019-2024 di dalam memperkuat keterwakilan perempuan di dalam lembaga penyelenggara pemilu, benar-benar ditunggu dan didesak oleh publik," demikian Fadli.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya