Berita

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)/Repro

Politik

SMRC: Elektabilitas Ridwan Kamil Ditempel Ketat Ganjar, Anies Hingga Prabowo

SELASA, 15 FEBRUARI 2022 | 22:01 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Empat tokoh bersaing ketat dalam merebut hati masyarkat Jawa Barat untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatatkan empat tokoh yakni Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang bersaing ketat dengan  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, hingga Menhan RI Prabowo Subianto.

Pada simulasi empat nama, kata Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad, responden diberikan pertanyaan "Siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai Presiden sekarang ini jika hanya empat nama berikut yang maju sebagai calon presiden?".


"Hasilnya dukungan untuk Prabowo Subianto 21,9 persen, Anies Baswedan 19,3 persen, dan Ganjar Pranowo 17,8 persen," ujar Saidiman Ahmad dalam webinar bertajuk “Partai, Gubernur, dan Presiden: Pandangan Publik Jawa Barat”, Selasa (15/2).

"Angka ketiganya, hampir menyaingi Ridwan Kamil yang berada di peringkat pertama dengan angka sebesar 22,2 persen dan 18,8 persen menjawab tidak tahu," sambungnya.

Bahkan, kata Saidiman, posisi empat nama itu tidak berubah dengan pertanyaan terbuka kepada responden. Dari 29 nama yang muncul, hanya empat itu yang mendapat keterpilihan di atas tiga persen.

"Ridwan Kamil 13 persen, Anies Baswedan 12,2 persen, Prabowo Subianto 12 persen dan Ganjar Pranowo 10 persen, sementara nama-nama lain di bawah 3 persen dan 23,1 persen menjawab tidak tahu," demikian Saidiman.

Survei ini dilakukan pada periode 5-8 Februari 2022, melalui saluran telepon. Pemilihan sampel dilakukan metode double sampling dengan jumlah sampel sebanyak 640 dan random digit dialing (RDD) sebanyak 161.

Total sampel hasil kombinasi 2 metode tersebut sebanyak 801 responden. Adapun, margin of error survei diperkirakan ± 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya