Berita

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil/Repro

Politik

Gejolak Wadas Bukan karena Aparat, tapi Hasil AMDAL PUPR Soal Penambangan Batu Andesit

SELASA, 15 FEBRUARI 2022 | 20:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Hasil penelusuran Komisi III DPR RI, salah satunya adalah mendapati sebab awal kekisruhan di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, pada 8 Februari lalu.

Disampaikan anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, kejadian penangkapan sekitar 60 warga Wadas oleh aparat bukan lah sebab terjadinya gejolak yang terjadi.

"Sebenarnya awal konflik itu ketika kementerian PUPR mengeluarkan hasil kajian ahli dan AMDAL," ujar Nasir dalam diskusi virtual bertajuk "Wadas: Panggilan Kemanusian dalam Pembangunan", yang diselenggarakan virtual pada Selasa siang (15/2).


Nasir tidak bisa memungkiri bahwa Komisi III hadir secara fisik di Desa Wadas lantaran adanya aksi penangkapan warga oleh aparat kepolisian.

Namun, berdasarkan penelusuran yang ia dapat, kepolisian berada di Desa Wadas karena diminta oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menjaga proses pengukuran lahan warga yang setuju sebidang tanahnya dilakukan penambangan batu andesit.

"Satu hari sebelum kepolisian datang ke Desa Wadas memang BPN menjumpai Kapolda Jateng. Bisa jadi kedatangannya untuk meminta mengamankan pekerjaan pengukuran lahan penambangan batu andesit," paparnya.

Akan tetapi, Nasir menyimpulkan bahwa perihal keterlibatan kepolisian di pengukuran tanah di Wadas tersebut bukan menjadi pemicu kisruh yang terjadi.

Akan tetapi, hal itu disebabkan hasil kajian ahli dan AMDAL yang dikeluarkan Kementerian PUPR tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Purworejo.

Legislator PKS ini menjelaskan, di dalam hasil kajian ahli dan AMDAL PUPR memutuskan lokasi penambangan batu andesit berada di Desa Wadas, karena paling dekat dengan lokasi pembangunan Bendungan Bener.

"Jadi ini awal konflik itu muncul. Padahal lokasi tersebut, di dalam RTRW-nya Kabupaten Purworejo di lokasi tambang andesit yang berada di desa lain, bukan di Desa Wadas, bahkan sudah ada lima penambangan yang sudah memiliki izin di (lima) desa tersebut," ungkap Nasir.

Itulah mengapa, lanjut Nasir, warga Desa Wadas bergolak. Karena tiba-tiba di dalam AMDAL yang dikeluarkan Kementerian PUPR Desa Wadas menjadi tempat pengambilan bahan material untuk konstruksi fisik Bendungan Bener tersebut.

"Itu sebabnya sejak 2017 itu sudah mulai ada upaya untuk menolak kebijakan pengambilan batu andesit di desa mereka," demikian Nasir.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya