Berita

KH Ahmad Muwafiq/Net

Politik

Pesan Gus Muwafiq ke Ganjar: Situasi Wadas Memanas, Tindakan Apapun jadi Pro dan Kontra

SELASA, 15 FEBRUARI 2022 | 15:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Seorang pemimpin sudah sepatutnya tidak cu ci tangan dan hanya memantau dari balik meja jika terjadi satu gejolak di tengah masyarakatnya.

Pegitu pesan ulama Yogyakarta, KH Ahmad Muwafiq kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang baru saja menyambangi Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, usai terjadi gejolak diantara warga pada Selasa (8/2).

"Bagus menurut saya (Ganjar datangi warga Wadas). Itu menunjukkan tanggung jawab, tidak cuci tangan dan hanya berada di belakang meja kemudian memantau saja," ujar Gus Muwafiq, sapaan karibnya, dalam keterangannya, Selasa (15/2).


Ulama yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini mengatakan, Ganjar harus berani mendinginkan suasana warga Wadas. Resikonya, apapun yang dia lakukan akan dinilai dari banyak sudut pandang.

"Masalahnya sekarang ini kan situasinya masih memanas. Jadi apapun yang dilakukan Mas Ganjar, selalu ditanggapi pro dan kontra," katanya.

Lebih lanjut, Gus Muwafiq meminta Ganjar juga memahami, bahwa menjadi pemimpin harus siap jika sewaktu-waktu dipuji dan di waktu lainnya disalahkan.

"Artinya, orang kalau sudah jadi pemimpin ya siap menempuh resiko disalahkan atau dibenarkan," katanya.

Gus Muwafiq juga berencana menyambangi Desa Wadas yang sebagian besar kalangan nahdliyin, untuk mengetahui secara langsung cerita warga.

"Nanti kalau ada kesempatan, saya pasti ke sana untuk mengetahui apasih yang terjadi sesungguhnya. Karena ada yang pro dan kontra, maka harus ada jalan tengah. Insyaallah saya akan datang," pungkasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya