Berita

Sejumlah kerabat mengangkat jasad pria yang meninggal dunia setelah dihakimi massa karena penistaan agama/Getty Images

Dunia

Penistaan Agama, Pria Gangguan Mental di Pakistan Meninggal Dunia Dihakimi Massa

MINGGU, 13 FEBRUARI 2022 | 23:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aksi main hakim sendiri kembali terjadi di Pakistan. Sekelompok massa yang geram mengeroyok seorang pria hingga meninggal dunia karena pria tersebut diduga membakar halaman-halaman Alquran di wilayah Pakistan tengah.

Ini adalah kasus kekerasan dan main hakim sendiri terbaru yang terjadi di Pakistan terkait dengan menistaan agama.

Pihak kepolisian menjelaskan, mereka telah menangkap lebih dari 80 orang sehubungan dengan aksi kekerasan yang terjadi di distrik Khanewal di provinsi Punjab pada Sabtu (12/2).

Menurut laporan kepolisian, pria itu sebenarnya sempat diamankan dan berada dalam tahanan polisi, sebelum kerumunan massa menculiknya.

Tubuhnya ditarik paksa dan dihakimi massa hingga tewas.

Jasad pria tersebut pun kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk segera dimakamkan.

Jasad pria tersebut pun kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk segera dimakamkan.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ikut buka suara atas insiden tersebut. Dia mengatakan bahwa kasus itu akan ditangani dengan hukum yang berat. Dia pun meminta laporan tentang petugas polisi yang dituduh gagal dalam tugas mereka untuk menyelamatkan pria tersebut.

"Tidak menoleransi siapa pun yang mengambil tindakan hukum ke tangan mereka sendiri," kata Khan, seperti dimuat BBC (Minggu, 13/2).

Sedangkan menurut salah seorang pejabat polisi, pria 40 tahun yang tidak disebutkan namanya itu sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan diikat ke pohon, ketika polisi menemukannya.


"Penduduk desa bersenjatakan tongkat, kapak dan batang besi membunuhnya dan menggantung tubuhnya di pohon," kata Hussain.

Belum diketahui dengan pasti motif pria itu melakukan pembakaran Al Quran. Namun kepala polisi Tulamba, di mana kejadian itu terjadi, yakni Munawar Gujjar, mengatakan bahwa pria itu tidak stabil secara mental sejak 15 tahun terakhir.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya