Berita

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Chung Eui-yong (kiri), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (tengah) dan Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi berpose untuk foto selama pembicaraan tingkat menteri luar negeri trilateral mereka di Honolulu pada 12 Februari 2022/Yonhap

Dunia

Satu Suara, Menlu AS, Korsel dan Jepang Desak Korut Stop Provokasi dan Kembali ke Meja Dialog

MINGGU, 13 FEBRUARI 2022 | 17:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Para diplomat tinggi Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang satu suara mendesak Korea Utara untuk menghentikan tindakan destabilisasinya dan kembali berdialog.

Panggilan bersama itu dilakukan setelah pertemuan trilateral yang dilakukan antara Menteri Luar Negeri Korea Selatan Chung Eui-yong, Menteri Luar Negeri Amerika SerikatAntony Blinken dan Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi di Honolulu pada Sabtu (12/2).

"Kami mengutuk peluncuran rudal balistik Korea Utara dan program balistik nuklirnya yang melanggar hukum, yang jelas merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB," kata Blinken dalam konferensi pers bersama.

"Dan kami terus bekerja untuk menemukan cara untuk meminta pertanggungjawaban Korea Utara," tambahnya.

Pembicaraan ini dilakukan setelah Korea Utara melakukan tujuh putaran peluncuran rudal pada Januari lalu. Langkah ini menandai jumlah terbesar uji coba rudal yang telah dilakukan dalam satu bulan.

Chung mengatakan, peluncuran rudal Korea Utara jelas salah.

Chung mengatakan, peluncuran rudal Korea Utara jelas salah.

“Uji coba rudal Korea Utara baru-baru ini jelas merupakan kegiatan yang salah. Kami sangat menyesalkan penembakan rudal jarak menengah oleh Korea Utara,” jelasnya.

"Kami sangat mendesak Korea Utara untuk tidak mengulangi kegiatan yang salah seperti itu," sambungnya, seperti dikabarkan Yonhap.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Blinken menjelaskan bahwa kemungkinan Korea Utara akan melanjutkan uji coba misilnya di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia atas kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina.

"Saya tentu tidak mengesampingkan bahwa Korea Utara dapat terlibat dalam tindakan provokatif lebih lanjut karena hal-hal yang terjadi di bagian lain dunia, termasuk di Eropa berkaitan dengan Ukraina," jelasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya