Berita

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa NU, Muchamad Nabil Haroen/Net

Politik

Gus Nabil: NU dan PDIP Saling Melengkapi, Kuatkan Indonesia untuk G20

MINGGU, 13 FEBRUARI 2022 | 04:14 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Peringatan hari lahir (harlah) Nadhlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan oleh PDI Perjuangan pada Sabtu (12/2), tampaknya ingin menunjukkan hubungan yang harmonis dan saling melengkapi di antara dua organisasi.
 
Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa NU, Muchamad Nabil Haroen, keduanya mencerminkan dua elemen terbesar bangsa Indonesia, yakni keislaman dan nasionalisme.

NU jelas mewakili wajah Islam Indonesia yang moderat, toleran dan damai serta berakar pada tradisi dan nilai-nilai keindonesiaan. Sementara, PDI Perjuangan merupakan partai yang menjadi rumah aspirasi bagi kelompok nasionalis.


Secara simbolis, hijau dan merah ini mewakili Indonesia.

NU dan PDI Perjuangan, kata pria yang karib disapa Gus Nabil ini, bersama-sama mengawal kesatuan Indonesia dan terus menjaga nasionalisme kita. Keduanya konsisten untuk mengusung nilai-nilai persatuan, kesatuan dan juga semangat untuk membela tanah air, apapun konsekuensi politik dan sosialnya.

"Karena, NU dan PDI Perjuangan sejak awal berkomitmen menjaga agar bangsa Indonesia terus kuat, dan terjaga dari gempuran kekuatan apapung yang ingin merusak perdamaian dan kesatuan," ucap Gus Nabil, melalui keterangannya, Sabtu (12/2).

"Sebagai santri, kader NU, dan Ketua Umum Pagar Nusa NU yang selama ini berkhidmah secara politik di PDI Perjuangan, saya sungguh bersyukur menjadi bagian dari NU dan sekaligus PDI Perjuangan," sambungnya.

Gus Nabil pun masih ingat, sejak ditugaskan kiai untuk ikut mewarnai PDI Perjuangan, semangat dan komitmen untuk menjaga Indonesia, menguatkan persatuan dan berkontribusi untuk bangsa, menjadi hal yang sangat penting.

"Kolaborasi antara NU dan PDI Perjuangan menjadi semakin revelan saat ini, di tengah berbagai kontestasi ideologi dan politik yang ingin merongrong NKRI dari berbagai sisi," jelas anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Ke depan, lanjut Gus Nabil, NU dan PDI Perjuangan akan terus berkolaborasi, saling melengkapi tidak hanya di level nasional, tapi juga di level internasional.

"Ada ribuan kader NU yang tersebar di lebih dari 35 negara, dan saya kira, PDI Perjuangan sebagai kekuatan politik terbesar Indonesia dan tulang punggung pemerintahan saat ini, haruslah menjadikan ini sebagai momentum untuk mengkonsolidasi kekuatan diaspora Indonesia dan jaringan internasional, khususnya untuk menguatkan posisi Indonesia," paparnya.

"Ini sangat tepat momentumnya, di tengah Amanah Indonesia dalam presidensi G-20 pada tahun 2022 ini," tutup Gus Nabil.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya