Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Kartu Sakti Bermanfaat, Komunitas Ojol Minta Jokowi Lanjut Tiga Periode

SABTU, 12 FEBRUARI 2022 | 20:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kalangan pengemudi ojek daring atau online di Solo, Jawa Tengah, mulai nyaring menyuarakan agar Presiden Joko Widodo melanjutkan jabatan untuk periode ketiga.

Alasannya, adalah keberhasilan Presiden Jokowi dalam menjangkau sendi-sendi soal yang menjadi kebutuhan masyarakat melalui program kartu sakti.

Manfaat dari hadirnya kartu-kartu sakti Jokowi, salah satunya dirasakan oleh pengemudi ojek online (Ojol) Kota Solo, Indra Prasetya. Katanya, realisasi program kartu sakti oleh Jokowi menjawab semua keraguan masyarakat.


“Seperti munculnya kartu-kartu sakti seperti KIP (Kartu Indonesia Pintar), untuk pengurusan kesehatan KIS (Kartu Indonesia Sehat) juga lebih mudah,” kata Indra kepada wartawan, Sabtu (12/2).

Indra menceritakan, manfaat dari program kartu sakti Jokowi yang paling dia rasakan adalah KIP. Di mana, dengan akrtu itu semua kebutuhan sekolah anaknya menjadi terpenuhi.

“Anak saya sudah dapet KIP, kami sekeluarga KIS juga dapet. KIP Sangat membantu, itu kan dapet uang, uangnya buat beli peralatan sekolah juga, peralatan sekolah kan lumayan mahal," tuturnya.

Dengan manfaat besar program kartu saksi, dia berharap Jokowi dapat melanjutkan masa kepemimpinanya pada 2024 nanti. Sekalipun, belum lama ini telah menyatakan menolak usulan tiga periode.

Senada dengan Indra, anggota Komunitas Ojek Solo, Rio (41) dia mengatakan rekam jejak Jokowi telah memberikan banyak bukti.

Menurutnya keberhasilan kepemimpinan Jokowi sudah terlihat sejak menjadi Walikota Solo. Alhasil, kini bisa dinikmati langsung buah kerja nyata pembangunan yang berhasil diwujudkan selama ini.

“Pak Jokowi orangnya merakyat, suka blusukan, tidak korupsi, bersih, track recordnya bagus,” tandasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya