Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/Net

Politik

Natalius Pigai: Tanpa Kejadian Wadas, Elektebilitas Puan Sudah Tinggi dan Cocok jadi Pasangan Prabowo

KAMIS, 10 FEBRUARI 2022 | 18:30 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kisruh yang terjadi di Desa Wadas, Purworejo, berpotensi memberi dampak negatif terhadap elektabilitas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk maju di 2024 mendatang.

Pada sisi lain, kondisi tidak baik bagi Ganjar akan menjadi keuntungan bagi Ketua DPR RI Puan Maharani dalam menaikkan elektabilitas di mana kedua tengah berebut tiket calon presiden dari PDI Perjuangan.

Hanya saja, dalam pandangan aktivis HAM Natalius Pigai, tanpa kejadian Wadas pun sejatinya elektabilitas Puan Maharani sudah tinggi dengan dukungan PDIP.


"Elektabilitas Puan sesungguhnya sudah tinggi dari dulu karena didukung oleh mesin politik besar," kata Natalius Pigai dalam cuitan di akun Twitter pribadinya, Kamis (10/2).

Selain dukungan partai, kata dia, Puan Maharani juga sudah menunjukkan kualitas dinerja sebagai Ketua DPR RI.

"Puan memang terbukti di DPR RI. Tinggal bantuan Sosial mesti lebih kencang lagi di tengah pandemi Covid ini," katanya.

Bahkan, Pigai mensimulasikan jika Puan Maharani maju di Pilpres 2024, dia akan cocok menjadi pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Prabowo dan Puan memang cocok untuk Indonesia," demikian Pigai.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya