Berita

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf/Net

Politik

Kasus Covid-19 Meningkat Drastis, Gus Yahya Ajak Masyarakat Perketat Prokes dan Divaksin

SELASA, 08 FEBRUARI 2022 | 14:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kembali melonjaknya angka kasus harian Covid-19 di tanah air tak lepas dari pengamatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. Untuk itu, Gus Yahya mengajak seluruh masyarakat mengikuti vaksinasi dan memperketat protokol kesehatan (prokes).

“Kasus terjangkit Covid-19 meningkat secara drastis. Saya mengajak warga NU dan masyarakat pada umumnya untuk tidak mengabaikan vaksinasi dan prokes," ujar Gus Yahya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/2).

Meski demikian, Gus Yahya meminta masyarakat tidak panik, karena sebagian besar warga sebenarnya sudah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19.


“Yang jelas ini harus sungguh-sungguh diperhatikan termasuk di dalamnya keharusan menerima vaksin, termasuk booster. Bagi yang belum vaksin saya mengajak ayo segera vaksin,” ajak Gus Yahya.

Dalam pandangan Gus Yahya, vaksinasi Covid-19 adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sehingga pendapat orang yang masih mengharamkan vaksin tidak bisa diterima.

Kalau ada yang menolak divaksin dengan alasan apa pun itu, lanjut Gus Yahya, sama saja menjerumuskan diri kepada kerusakan dan kebinasaan. Padahal dalam sebuah ayat Al Quran, Allah memerintahkan agar “Janganlah kalian menjerumuskan diri kalian pada kebinasaan”.

“Mari kita memperhatikan dengan sungguh-sungguh prokes. Mari kita semua menjemput vaksin, menyediakan diri untuk vaksinasi supaya selamat, dan keluarga kita juga selamat,” demikian Gus Yahya.

Data Satgas Covid-10 per Senin (7/2), ada penambahan kasus harian sebanyak 26.121 orang. Total kasus aktif nasional pun mencapai 206.361 dan ada penambahan 82 orang yang meninggal akibat paparan Covid-19.

Sementara itu, per Selasa (8/2), ada 5.155 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 masih dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya