Berita

Rute Tol Jakarta/Disway

Dahlan Iskan

Telanjur Pelindo

SENIN, 07 FEBRUARI 2022 | 04:20 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SALAH satu BUMN yang paling sehat saat ini adalah: Pelindo. Sebelum merger, apalagi setelahnya.

Pelindo-lah yang bisa jadi penyelamat Waskita Karya: membeli jalan tol Cibitung-Cilincing. Yang panjangnya 34 Km. Yang tahap pertamanya sudah beroperasi. Yang Juni depan selesai 100 persen.

Itu bukan saja menyelamatkan Waskita yang tertimbun utang. Itu juga akan menyelamatkan Pelabuhan Tanjung Priok. Angkutan barang bisa langsung ke Priok tidak lagi harus lewat Cawang. Terutama yang dari berbagai kawasan industri di Cikarang dan sekitarnya.


Tentu, baiknya, tol itu segera dijual lagi: kalau sudah beroperasi kelak. Harga tol yang sudah jadi tentu lebih bagus dibanding ketika masih dalam bentuk proyek.

Orang-orang di sana tentu tahu: Pelindo bukanlah perusahaan tol. Ia punya misi memajukan logistik Indonesia terutama di laut.

Kalau pun Pelindo membeli jalan tol, itu kepentingannya hanya satu: agar proyek itu tidak mangkrak. Jalan tol itu harus jadi. Agar angkutan barang keluar-masuk Priok lebih lancar.

Setelah tol itu jadi, kepentingan Pelindo sudah selesai. Bisa dijual lagi. Setidaknya Pelindo telah juga jadi penyelamat muka pemerintah: jalan tol itu tidak jatuh ke asing, meskipun sebenarnya juga tidak masalah.

Proyek tol Cibitung-Cilincing itu memang sempat macet. Sudah lama. Investor asing di situ angkat tangan: perusahaan Malaysia. Padahal saham asing di situ mencapai 49 persen. Waskita, sebagai partner Malaysia, ikut sulit.

Pelindo waktu itu masih disebut Pelindo II membeli saham Malaysia itu. Ini yang publik kurang tahu: bahwa tidak selalu Indonesia jual ke asing. Pelindo pun bisa membeli saham asing.

Sejak itu proyek penting ini jalan lagi. Sampai kemudian sulit lagi: Anda sudah tahu, Waskita terlilit utang segunung.

Pelindo pun khawatir proyek ini mangkrak lagi. Maka sekalian saja saham Waskita itu dibeli: Pelindo menjadi pemilik tunggal tol Cibitung-Cilincing.

Pelindo membeli dari Waskita dengan harga pasar. Jatuhnya lebih mahal dari saat mengambil alih Malaysia. Itu karena tol sudah setengah jadi. Toh sesama BUMN.

Kalau dibuat rata-rata, Pelindo masih bisa mendapat harga murah: waktu membeli saham asing dulu, hanya dengan nilai harga buku. Maklum, kala itu proyeknya lagi macet di tahap sangat awal.

Memang, kini. Muncul godaan baru: lanjutan jalan tol itu ditawarkan juga ke Pelindo. Yakni proyek Cibitung-Cimanggis. Yang kelak bisa sambung ke tol yang sudah beroperasi: Cimanggis-Bandara Cengkareng.

Tapi baiknya Pelindo tidak masuk ke situ. Tidak ada kepentingan Pelindo –seperti di proyek Cibitung-Cilincing.

Saya ikut tidak sabar menunggu lima bulan lagi: saat tol 100 persen milik Pelindo itu beroperasi. Tentu membawa perubahan nyata: truk yang selama ini hanya bisa angkut barang 1 kali sehari, bisa menjadi dua kali, bahkan tiga kali.

Betapa tinggi peningkatan efisiensi logistik di kawasan itu.

Problem kemacetan truk di sana gawatnya bukan main. Terkenal sampai ke Jepang. Dan Korea. Dan Taiwan.

Terlalu banyak investor Jepang di kawasan Cibitung dan sekitarnya. Mereka mengeluh:  mengapa lagu Poco-Poco begitu populer di Indonesia. Sampai penyelesaian keruwetan logistik di sekitar Cikarang pun ikut poco-poco.

Kegundahan Jepang itu sampai pada puncaknya: bangun saja pelabuhan baru di pantai Bekasi. Atau di Pantai Karawang. Tidak usah tergantung lagi ke Priok.

Soal biaya tidak usah ditakutkan: Jepang yang akan mendanai sepenuhnya. Seluruhnya. Dengan bunga murah.

Saya tidak tahu apakah amukan Jepang itu manjur. Apakah akhirnya pemerintah benar-benar membangun pelabuhan di pantai utara Bekasi/Karawang.

Yang jelas ada hambatan besar untuk membangun pelabuhan di sana. Terlalu banyak jaringan pipa dan gas di kawasan itu. Tentu infrastruktur energi itu bisa dibongkar. Dipindahkan. Tapi akan sangat mahal.

Pun kalau sampai ada pelabuhan di situ, eksistensi Priok bisa terganggu. Investasi Pelindo yang telanjur besar terancam.

Tentu Pelindo memikirkan itu. Tanjung Priok sudah telanjur besar. Telanjur membangun pelabuhan di tengah laut di Kalibaru. Di sebelah timur Priok. Yang disebut juga New Tanjung Priok.

New Priok besar sekali, biaya dan kapasitasnya. Tahap pertamanya saja 1,5 juta TEUS/tahun. Akan menjadi 3 juta di tahap dua.

Telanjur yang telanjur. Telanjur membangun New Priok. (Telanjur: benar. Terlanjur: salah. Lihat humor telanjur berikut ini).

Maka menyelesaikan tol Cibitung-Cilincing adalah pilihan yang tepat. Itu bisa menyelamatan Priok secara keseluruhan, New Priok khususnya.

Memang, untuk sempurna, masih harus membangun tol sambungan nya lagi. Tidak panjang. Hanya 7 Km. Khusus dari ujung tol Cilincing ke New Priok.

Kalau semua itu jadi, Pelindo memiliki pelabuhan New Priok yang sangat ideal: kedalamannya, kapasitasnya pun sampai aksesnya.

Tol baru 7 Km itu pasti lebih mendesak daripada membeli proyek Cibitung-Cimanggis. Tol 7 Km itu juga bisa mencegah munculnya proyek baru yang sangat mahal: pelabuhan di utara Bekasi/Karawang itu.

Tol 34 Km Cibitung-Cilincing adalah harta karun Pelindo di luar pelabuhan. Mahal harganya, penting fungsinya, strategis sifatnya, dan bisa diuangkan kapan saja.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya