Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Komisi IX Pertanyakan Kerja Pengawasan Kemenkes pada Laboratorium Tes Covid-19

JUMAT, 04 FEBRUARI 2022 | 16:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi IX DPR RI pertanyakan kinerja pengawasan yang dilakukan Kementerian Kesehatan terhadap laboratorium yang melayani tes antigen maupun tes PCR untuk deteksi paparan Covid-19.

Hal tersebut dikatakan anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyusul gaduh soal hasil tes PCR yang berbeda diantara satu laboratorium dengan lainnya.

Salah satu kejadian itu, dialami ekonom senior Dradjad Wibowo yang menceritakan sahabatnya dinyatakan positif Covid-19 di satu laboratorium, tetapi kemudian dinyatakan negatif pada tes pembanding di laboratorium lainnya.


"Kalau ada kasus begini, tentu yang kami tanya pengawasan Kemenkes terhadap laboratorium-laboratorium yang ada. Apakah betul laboratorium itu sudah bekerja secara profesional seperti yang diamanatkan?" ujar Saleh Daulay kepada wartawan, Jumat (4/2).

Kata legislator PAN ini, kejadian seperti yang diceritakan Dradjad itu tidak perlu terjadi jika pengawasan Kemenkes berjalan dengan baik.

Pasalnya, kata dia, semua laboratorium itu memungut biaya mandiri dari masyarakat untuk melakukan tes Covid-19.

"Ini penting mengingat laboratorium itu memungut biaya masyarakat. Kalau memungut biaya, lalu masyarakat dirugikan, tentu ini menjadi pertanyaan serius yang harus dijawab Kemenkes," pungkasnya.

Ekonom senior yang juga Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo, menuturkan dirinya melakukan tes PCR lantaran rekannya ada yang dinyatakan Covid-19 pada tanggal 25 Januari 2022 setelah tes PCR.

Dradjad dikabari oleh sahabatnya itu lantaran mereka sebelumnya mereka bertemu dua dari berturut-turut.

Mengingat sahabatnya tergolong orang yang disiplin protokol kesehatan, Dradjad memintanya untuk tes ulang di laboratorium lama yang terkenal sekaligus menjadi langganannya. Ternyata hasil tes PCR yang bersangkutan negatif.

"Saya juga harus tes PCR dan isolasi, pisah dari cucu dan keluarga. Ternyata saya negatif karena memang sahabat saya itu negatif," kata Dradjad.

"Tadinya saya diam karena berharap skandal di atas hanya kebetulan saja. Namun, setelah mendengar ada kejadian serupa, saya merasa wajib bersuara," imbuhnya menegaskan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya