Berita

Ketua PP GP Ansor, Addin Jauharuddin/Net

Politik

Ketua GP Ansor Puji Gagasan Jokowi Soal Peran NU

RABU, 02 FEBRUARI 2022 | 14:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) mendapat pujian dari Ketua PP GP Ansor, Addin Jauharuddin.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa NU telah menunjukkan kepada dunia tentang moderasi beragama dan bertoleransi sehingga mampu menunjukkan wajah Islam yang teduh di mata dunia. Oleh Addin, hal ini menunjukan betapa pentingnya peran dari organisasi NU.

"Beliau menyampaikan bahasan menarik bahwa ada dua kekuatan utama yang menjadi motor NU. Pertama, jejaring organisasinya yang sangat luas, baik di dalam maupun luar negeri. Kedua adalah kekuatan potensi SDM nya," ujarnya kepada wartawan Rabu (2/2).


Jokowi, sambung Addin, secara tidak langsung mendorong agar NU terus mengkonsolidasikan dan menggerakkan SDM dalam rangka mendukung agenda strategis nasional. Dengan begitu, NU bisa tampil sebagai kekuatan dan mampu menyelesaikan persoalan bangsa.

"Sementara dengan Diaspora SDM yang beragam, sebagaimana disampaikan Pak Presiden, maka akan memberikan warna dalam dunia yang semakin berubah dan terdisrupsi. Semua potensi ini perlu dijahit dan dirajut dalam rumah besar NU," beber dia.

Addin juga memuji gagasan Jokowi terkait tantangan yang dihadapi bangsa. Yakni berkaitan dengan modernisasi, digitalisasi, dan outomasi yang tidak bisa dihindari.

Di mana secara khusus Presiden Jokowi meminta NU untuk memiliki database lengkap jamaahnya, dengan backbone digital dan menjadi bagian dalam rantai pasok global.

"Pak Jokowi dalam pidatonya meminta adanya platform marketplace, edutech dan Learning Management System (LMS) yang mampu memfasilitasi jutaan santri mengaji kepada para kiai besar, ilmuan, teknolog dan enterpreneur dengan mudah dan murah. Ini visi yang luar biasa," beber Addin.  

Terakhir, Addin mengapresiasi atas pesan presiden agar aktivis muda NU terlibat banyak dalam forum forum internasional, untuk mengembangkan toleransi dan membangun perdamaian global. Di samping mulai mengembangkan pendirian masjid, RS, dan mengirimkan para muballigh moderat ke luar negeri.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya