Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Aktivis Anti-Kremlin Terbitkan Petisi Damai, Minta Pemerintah Hapus Rencana Invasi ke Ukraina

SELASA, 01 FEBRUARI 2022 | 09:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran bahwa Moskow akan segera menyerang Ukraina ikut menjadi perhatian sejumlah tokoh liberal terkemuka dan aktivis anti-Kremlin di dalam negeri Rusia.

Mereka menerbitkan petisi yang memperingatkan pemerintah untuk mundur dari jurang, dan mengkritik pihak berwenang atas peran mereka dalam memburuknya situasi.

Lebih dari 100 orang, yang sebagian besar penulis, aktivis, dan cendekiawan, menandatangani petisi, berjudul “Deklarasi oleh para pendukung perdamaian melawan Pesta Perang di pemerintah Rusia” dan diterbitkan di situs berita Echo of Moscow pada Minggu (30/1).


Para penulis mengutip laporan tentang kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina, pengiriman peralatan militer Rusia ke wilayah Donbass yang dilanda perang, dan persenjataan NATO di Eropa timur.

“Warga Rusia secara de facto menjadi tawanan petualangan kriminal, arah yang diambil oleh kebijakan luar negeri Rusia,” tulis mereka, seperti dikutip dari RT, Selasa (1/2).

Penandatangan termasuk Lev Ponomaryov, seorang aktivis dan pendiri organisasi 'Untuk Hak Asasi Manusia'.

Ponomaryov telah dicap sebagai 'agen asing' oleh Kementerian Kehakiman Moskow karena terkait dengan pendanaan dari luar negeri.

Selain Ponomaryov, ada juga nama Boris Vishnevksy, seorang pemimpin di partai oposisi liberal Yabloko, dan Lev Gudkov, supervisor akademik dari organisasi polling Levada Center yang juga dituding sebagai 'agen asing'.

Para penandatangan tidak merinci tokoh politik mana yang mereka lihat sebagai anggota “Pesta Perang”, tetapi secara jelas mengklaim bahwa media pemerintah di Rusia mendesak orang untuk melakukan agresi.

“Di TV pemerintah hanya ada satu sudut pandang, dan itu adalah sudut pandang para pendukung perang,” tulis mereka.

“Kami mendengar jelas ancaman perang dari sana, agresi mengalir, dan kebencian terhadap Ukraina, Amerika, dan negara-negara Barat. Tetapi hal yang paling berbahaya adalah bahwa perang diperlakukan sebagai perkembangan peristiwa yang dapat diterima dan tak terhindarkan," lanjutnya.

Para penulis terus menuduh pihak berwenang Rusia mengabaikan keinginan dan kebutuhan rakyat negara itu, gagal memperhitungkan potensi biaya aksi militer.

“Rusia tidak membutuhkan perang dengan Ukraina atau Barat,” kata mereka.

“Tidak ada yang mengancam kami, dan tidak ada yang akan menyerang kami. Politik yang didirikan di atas kemajuan gagasan perang semacam itu adalah amoral, tidak bertanggung jawab, dan kriminal, dan tidak dapat dijalankan atas nama rakyat Rusia," lanjutnya.

Pihak berwenang di Moskow telah berulang kali membantah tuduhan bahwa Rusia berencana untuk menyerang tetangganya, dan telah menyerukan perjanjian keamanan yang akan membatasi aktivitas NATO di Eropa Timur, termasuk melarangnya memperluas ke Ukraina atau Georgia, dua negara yang berbatasan dengan Rusia.

Para pemimpin di NATO dan Washington telah mengatakan bahwa kesepakatan seperti itu tidak mungkin tercapai, dan Moskow telah mengancam langkah-langkah "teknis militer" yang tidak ditentukan jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya