Berita

Wakil Ketua KPPU, Guntur Syah Putra Saragih dalam acara 2022 Competition Outlook yang diselenggarakan secara virtual pada Senin (31/1)/Repro

Politik

Outlook Pengawasan Persaingan Usaha 2022, KPPU Soroti Sektor Digital dan Pembangunan IKN

SENIN, 31 JANUARI 2022 | 23:07 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Prospek persaingan usaha tahun 2022 yang akan dilakukan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) bakal menyoroti sejumlah sektor ekonomi yang tengah berkembang dan cukup strategis.

Wakil Ketua KPPU, Guntur Syah Putra Saragih menerangkan, pihaknya pada tahun 2021 memang mencatat peningkatan pada indeks persaingan  usaha.

"Dalam total penilaian kita ada peningkatan (indeks persaingan usaha) dari skor 4,65 menjadi 4,81," ujar Guntur dalam acara 2022 Competition Outlook yang diselenggarakan secara virtual pada Senin (31/1).


Walaupun terdapat kenaikan skor pada periode 2021, namun Guntur menerangkan bahwa masih ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan KPPU dalam konteks dimensi perilaku, karena skornya lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.

"Ini menunjukkan bahwa penegakan hukum masih harus terus dilakukan. Karena di sisi ini masih lebih rendah," imbuhnya.

Menurut Guntur, ada beberapa tantangan ke depan yang akan dihadapi KPPU dalam kerja-kerja pengawas persaingan usaha. Pertama, dari sisi permintaan (demand) masih belum stabil karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Tentu saja ada penurunan demand di masyarakat, ada penurunan pendapatan di masyarakat," tuturnya.

Selain itu, lanjut Guntur, ada dimensi struktur yang diperkirakan juga akan menjadi tantangan karena kehadiran Covid-19 adalah pasar semakin terkonsentrasi. Dia membuktikan itu dengan melihat fenomena banyaknya pelaku usaha yang keluar dari pasar atau bergabung dalam merger/akuisisi.

"Banyak yang melakukan akuisisi terhadap pelaku usaha yang tidak bisa eksis di pasar," katanya.

Contoh lainnya adalah sektor digital yang luar biasa perkembangannya. Menurut Guntur, belakangan kehadiran sektor ini meluluhlantakkan cara berfikir dan cara kerja ekonomi, sehingga banyak yang terdisrupsi.

Meskipun hari ini Guntur melihat sektor ekonomi digital sudah mulai stabil membangun ekosistemnya, dan di KPPU sudah banyak notifikasi merger/akuisisi dari perusahaan digital, tentu semakin menunjukkan pasar yang semakin terkonsentrasi.

Maka dari itu, KPPU akan membuat prospek kerja pengawasan persaingan usaha kedepan yang juga fokus mengawasi sektor digital. Bahkan, dirinya juga merencanakan memasukkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai materi pengawasan.

"KPPU akan me-purpose bagaimana outlook persaingan usaha ke depan. Ada beberapa faktor, seperti digital dan bahkan mungkin yang paling terkini ibu kota negara, bagaimana penyelenggaraan ibu kota negara bakal ditemukan banyak sumber daya," paparnya.

"Dalam pemulihan ekonomi nasional, KPPU men-highlight bagaimana peran KPPU dalam mengisi kegiatan perekonomian di 2022, sesuai tupoksi, sesuai UU 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

"Semoga di 2022 persaingan usaha menjadi lebih baik. Saya yakin persaingan usaha yang sehat akan menghadirkan pelaku usaha yang kompetitif, tak hanya di dalam negeri tapi hingga di luar negeri," tandasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya